PejuangKantoran.com- Pemerintah Thailand mulai menerapkan langkah penghematan energi secara luas di tengah krisis energi global yang dipicu konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah mewajibkan pegawai negeri sipil bekerja dari rumah guna menekan konsumsi listrik di gedung perkantoran pemerintah.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh juru bicara pemerintah Lalida Periswiwatana pada Selasa (10/3/2026). Ia menyampaikan bahwa perintah tersebut dikeluarkan langsung oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebagai bagian dari upaya nasional untuk mengurangi penggunaan energi.
“Perdana menteri memerintahkan bahwa mulai hari ini pegawai negeri sipil akan bekerja dari rumah,” ujar Lalida.
Baca Juga: Grab Salurkan Bonus Hari Raya 2026 untuk 400 Ribu Mitra Pengemudi
Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi pejabat atau pegawai yang harus tetap hadir untuk memberikan pelayanan publik.
Pemerintah Batasi Konsumsi Listrik
Selain kebijakan work from home, pemerintah Thailand juga menerapkan berbagai langkah tambahan untuk menghemat energi di sektor publik.
Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain:
- Mengatur suhu pendingin ruangan di kantor pemerintah pada 26–27 derajat Celsius
- Mengganti pakaian formal seperti jas dan dasi dengan kemeja lengan pendek
- Mematikan lampu serta peralatan listrik yang tidak digunakan di gedung pemerintahan
- Menangguhkan perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat pemerintah
Langkah-langkah ini bertujuan menekan konsumsi energi nasional yang sebagian besar masih bergantung pada gas alam.
Cadangan Energi Thailand Diperkirakan 95 Hari
Pemerintah Thailand menyatakan bahwa negara tersebut saat ini memiliki cadangan energi sekitar 95 hari. Untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan pasokan, pemerintah juga tengah mencari tambahan gas alam cair (LNG) dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Afrika Selatan.
Baca Juga: Orang yang Masih Suka Membuat To Do List dengan Tulisan Tangan Ternyata Punya Kepribadian Ini
Sekitar 68 persen kebutuhan energi Thailand saat ini dipenuhi oleh gas alam, sehingga fluktuasi pasokan global dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas energi nasional.
Ekspor Energi Dibatasi
Artikel Terkait
Jelang Lebaran, Rute Transjakarta Ditambah dari Blok M ke Bandara Soetta untuk Urai Kemacetan
Pasal 62 UU Ketenagakerjaan Digugat ke MK, Soroti Praktik “Dipaksa Resign” di Tempat Kerja
Apple Rilis MacBook Neo, Laptop Mac Paling Murah Mulai Rp10 Jutaan
Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil atau Pakai Bus? Simak 13 Poin Penting Berikut Ini!
9 Strategi Mudik Lebaran 2026 Mengendarai Mobil Melalui Tol Trans Jawa. Apa Kuncinya?
Italia Buka Hampir 500 Ribu Visa Kerja untuk Pekerja Asing hingga 2028
Menurut Studi, AI Memungkinkan Peretas untuk Mengidentifikasi Akun Anonim di Media Sosial
Risiko Aksi Mogok Awak Kabin Lufthansa Meningkat setelah Serikat Pekerja Tolak Perubahan Jam Kerja
Grab Salurkan Bonus Hari Raya 2026 untuk 400 Ribu Mitra Pengemudi
Pokemon Rekrut Peneliti dengan Pengalaman Riset Ekologi untuk Bekerja di Tim Global di Tokyo