PejuangKantoran.com - Siapa di sini yang kalau lagi liburan ke luar negeri sukanya ke pasar atau ke tempat jajanan kaki lima? Misalnya, ke Myeongdong Street di Seoul, Korea Selatan, atau Borough Market di London, Inggris.
Nah, sekarang ada tren baru yang lagi ramai di kalangan wisatawan. Bukannya buru-buru ke tempat wisata, banyak turis yang justru langsung melipir ke supermarket lokal begitu sampai di negara tujuan. Fenomena ini populer dengan sebutan supermarket tourism.
Fenomena ini terasa sekali di kawasan Asia, meski sekarang mulai menular ke Eropa dan Amerika Utara. Di Thailand misalnya, ritel raksasa seperti Big C sampai membuat area khusus turis yang isinya rak jajanan "Top 10" yang wajib dibawa buat oleh-oleh. Mulai dari inhaler herbal, produk spa, sampai keripik beras.
Baca Juga: 5 Kategori Pertanyaan dalam Competency-Based Interview untuk Menguji Kemampuan Menangani Tugas
Di Malaysia, supermarket seperti Jaya Grocer bahkan terang-terangan kolab bareng badan pariwisata lokal dan aplikasi e-hailing Grab untuk memajang produk khas negara mereka.
"Sekarang, liburan itu bukan cuma datang ke tempat wisata aja, tapi juga menemukan produk, rasa, dan brand lokal. Ritel sudah jadi bagian penting dari pengalaman wisata," ungkap perwakilan Jaya Grocer dalam keterangan resminya.
"Harta karun" di rak supermarket
Bagi sebagian wisatawan, jalan-jalan di antara rak belanjaan tanpa shopping list itu punya kenikmatan tersendiri. Ada sensasi penasaran yang beda saat melihat produk-produk asing yang belum pernah ditemukan di negara asal.
Emily Lee (29), wisatawan yang sudah keliling ke berbagai negara, mengaku bahwa dirinya selalu mampir ke supermarket saat liburan. Dari situ, dia sering menemukan hal-hal unik yang malah mengubah kebiasaan hidupnya sehari-hari.
"Supermarket itu mungkin tempat terakhir yang dipikirkan orang kalau mau belajar soal destinasi liburan. Tapi menurutku, kita justru bisa belajar banyak dari sana. Kita bisa lihat apa yang dibeli warga lokal, apa yang mereka masak, sampai bahan apa yang dipanen di sana," ujar Emily.
Baca Juga: Giliran Arsitek Pemula Was-Was Nggak Kebagian Posisi Entry Level karena Digantikan AI
Waktu liburan ke Vietnam, Emily kaget menemukan alpukat lokal yang ukurannya jauh lebih besar dan rasanya jauh lebih segar dibanding alpukat impor di negaranya.
Lain lagi cerita saat dia ke Polandia. Waktu mau masak nasi di Airbnb, dia kebingungan karena menemukan beras dalam kantong plastik berlubang yang harus direbus langsung bersama kantongnya (boil-in-the-bag rice).
"Aku belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Dari situ kelihatan banget betapa bedanya kebiasaan masak di tiap negara," lanjutnya.
Tempat untuk memahami gaya hidup lokal