5 Kategori Pertanyaan dalam Competency-Based Interview untuk Menguji Kemampuan Menangani Tugas

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 23 Juli 2026 | 19:54 WIB
Ilustrasi:  Untuk menjawab pertanyaan competency-based interview, gunakan contoh nyata dari pengalaman yang pernah kamu alami. (Freepik/DC Studio)
Ilustrasi: Untuk menjawab pertanyaan competency-based interview, gunakan contoh nyata dari pengalaman yang pernah kamu alami. (Freepik/DC Studio)

PejuangKantoran.com - Dapat undangan wawancara kerja, tapi pertanyaannya benar-benar nggak terduga. Bukannya bertanya, "Coba ceritakan tentang diri kamu," pewawancara malah bertanya, "Ceritakan pengalaman kamu waktu harus menghadapi proyek yang gagal."

Gaya wawancara seperti ini dinamakan competency-based interview atau wawancara berbasis kompetensi. Tren wawancara ini makin populer karena rekruter percaya, cara terbaik memprediksi kinerja kamu adalah dengan melihat cara kamu mengatasi masalah di masa lalu.

Prinsip mereka adalah menguji kemampuan kamu menangani tugas-tugas spesifik yang bakal jadi pekerjaan kamu sehari-hari di posisi baru tersebut. Jadi, jawabannya bukan sekadar hafalan.

Baca Juga: Giliran Arsitek Pemula Was-Was Nggak Kebagian Posisi Entry Level karena Digantikan AI

Berdasarkan pengalaman para pakar rekrutmen, pertanyaan wawancara berbasis kompetensi ini biasanya terbagi ke dalam 5 kategori utama. Simak di bawah ini.

1. Kompetensi individu

Kategori ini fokus pada karakter personal kamu. Mulai seberapa tegas kamu mengambil keputusan, ketangguhan, kejujuran, sampai keberanian kamu mengambil risiko secara terukur.

Contoh pertanyaan yang sering keluar:
• "Coba ceritakan momen saat ide atau hasil kerjamu dikritik atau ditentang."
• "Pernah nggak kamu gagal memenuhi deadline? Bagaimana situasinya?"
• "Bagaimana pendekatan atau gaya kerjamu kalau dipercaya memegang proyek?"

2. Kompetensi manajerial 

Jika kamu yang melamar posisi kepemimpinan atau managemen, rekruter wajib tahu seberapa kuat kemampuanmu dalam mempengaruhi dan mengarahkan orang lain. Mereka mau melihat seberapa siap kamu memegang kendali.

Contoh pertanyaan yang sering keluar:
• "Ceritakan pengalamanmu saat memimpin tim untuk mencapai target bersama."
• "Bagaimana caramu menjaga motivasi anggota tim agar tujuan perusahaan tercapai?"
• "Menurutmu, manajemen yang baik itu seperti apa dan apa dampaknya ke timmu selama ini?"

Baca Juga: Dari Maroko hingga Islandia, Ini 5 Lokasi Epik Pilihan Christopher Nolan untuk Syuting 'The Odyssey'

3. Kompetensi analitis 

Pertanyaan di kategori ini bertujuan mengukur cara kamu memproses data, menganalisis masalah, dan mengeksekusi solusi. Ini sangat menggambarkan kemampuan mengambil keputusan saat situasi sulit.

Contoh pertanyaannya:
• "Ceritakan saat kamu menemukan cara baru yang lebih efektif untuk menyelesaikan masalah di kantor."
• "Pernah merasa sangat sulit mengambil keputusan kerja? Bagaimana akhirnya kamu menentukan pilihan?"
• "Bagaimana alur berpikirmu kalau menghadapi masalah pekerjaan sehari-hari?"

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Michael Page, Reed.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X