senggang

Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Dalam konteks pariwisata 2026, lore chasing adalah pola pikir perjalanan yang mengutamakan penemuan narasi daripada sekadar melihat pemandangan. (ChatGPT/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Tahun 2026 menandai pergeseran besar dalam cara anak muda memandang perjalanan. Alih-alih sekadar mengunjungi destinasi populer untuk berfoto, muncul fenomena baru yang disebut Lore Chasing. Tren ini mengubah perjalanan menjadi misi pencarian cerita hidup yang unik, otentik, dan sering kali tidak terduga.

Baca Juga: Healing Tipis-Tipis: 5 Ide Liburan Singkat yang Bisa Dilakukan Tanpa Ambil Banyak Cuti

Apa Itu Lore Chasing?

Secara harfiah, lore merujuk pada pengetahuan atau kisah tradisional. Dalam konteks pariwisata 2026, lore chasing adalah pola pikir perjalanan yang mengutamakan penemuan narasi daripada sekadar melihat pemandangan. Para pelancong—terutama Gen Z—memilih untuk membiarkan rencana perjalanan mereka tetap fleksibel demi mengejar momen "sekali seumur hidup" yang bisa mereka ceritakan kembali sebagai bagian dari jati diri mereka.

Karakteristik utama dari tren ini meliputi:

  • Keberanian Berkata "Ya": Sebanyak 82% Gen Z bersedia mencoba hal-hal yang tidak biasa selama perjalanan jika itu menghasilkan cerita yang berkesan.
  • Interaksi Spontan: Bertemu dengan warga lokal tanpa direncanakan dianggap sebagai pengalaman yang paling membekas bagi 86% responden muda.
  • Eksplorasi Tanpa Peta: Alih-alih mengikuti panduan Google Maps, pelancong lore chasing lebih suka bertanya langsung pada penduduk setempat mengenai mitos atau tempat tersembunyi yang tidak tertulis di internet.

Mengapa Tren Ini Booming di 2026?

Bagi Gen Z, perjalanan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas pribadi, bahkan 50% dari mereka kini lebih memprioritaskan liburan dibandingkan pencapaian karier. Di tengah kejenuhan konten media sosial yang terlalu dikurasi (narsistik), muncul keinginan untuk mencari pengalaman yang terasa lebih "ditemukan" daripada "dirancang".

Baca Juga: Slow Living Travel: 7 Tips Liburan Produktif Tanpa Burnout

Selain itu, tren ini juga didorong oleh:

  1. Kebutuhan untuk Unplugging: Mencari pengalaman autentik di alam atau desa terpencil sebagai pelarian dari tekanan digital.
  2. Minat pada Akomodasi Unik: Lebih dari 90% pelancong muda kini lebih tertarik menginap di bangunan bersejarah atau mencoba perjalanan kereta mewah daripada hotel standar demi menambah "lore" perjalanan mereka.
  3. Spontanitas sebagai Solusi Stres: Banyak anak muda memesan perjalanan singkat (24-72 jam) secara mendadak sebagai cara untuk memulihkan kesehatan mental mereka (Menty B Trip).

Tips Menjadi "Lore Chaser" yang Handal

Ingin mencoba tren ini di liburan long weekend mendatang? Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Riset Sejarah, Bukan Review: Jangan hanya melihat bintang di aplikasi ulasan. Cari tahu siapa yang pernah tinggal di sana atau peristiwa apa yang pernah terjadi di lokasi tersebut.
  • Sisakan Slot Tanpa Jadwal: Jangan penuhi seluruh hari dengan jadwal tur. Berikan ruang bagi diri Anda untuk tersesat secara sengaja dan menemukan "permata tersembunyi".
  • Utamakan Pengalaman Tematik: Coba aktivitas langsung (sight-doing) seperti kelas memasak masakan lokal atau snackpacking (menjelajahi supermarket lokal untuk mencicipi rasa yang tidak ada di rumah).

Baca Juga: 10 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Travelling agar Liburan Tetap Nyaman dan Bebas Masalah

Tags

Terkini

Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:15 WIB