Pejuangkantoran.com – Liburan akhir tahun sudah di depan pintu. Salah satu alternatif liburan adalah ekowisata (ecotourism).
Ecotourism adalah bentuk pariwisata yang fokusnya pada pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengalaman wisata yang bertanggung jawab.
Wisata ini mengajak kita menikmati keindahan alam tanpa merusaknya, bahkan ikut berkontribusi menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya setempat.
Kegiatan wisata dalam ecotourism adalah kegiatan berbasis alam (nature-based tourism) yang:
- Minim dampak negatif terhadap lingkungan;
- Mendukung konservasi (flora, fauna, ekosistem);
- Memberikan manfaat sosial-ekonomi kepada masyarakat lokal;
- Mengutamakan edukasi lingkungan kepada wisatawan.
Organisasi seperti The International Ecotourism Society (TIES) merumuskan bahwa ekowisata adalah “travel to natural areas that conserves the environment, sustains the well-being of the local people, and involves interpretation and education.”
Baca Juga: Anti Boncos, Begini Tips dan Cara Cari Tiket Pesawat Murah Buat Liburan!
Artinya, ecotourim adalah wisata yang bercirikan:
- Destinasi utamanya adalah alam, seperti hutan, gunung, sungai, laut, savana.
- Menggunakan prinsip ramah lingkungan, yaitu limbah minimal, hemat energi, transportasi rendah emisi.
- Ada unsur pendidikan tentang keanekaragaman hayati, budaya, atau konservasi.
- Aktivitas wisata tidak merusak ekosistem, misalnya jelajah hutan, pengamatan satwa liar.
- Ekonomi lokal diutamakan, misal dengan menggunakan pemandu lokal, homestay, produk kerajinan masyarakat.
Dengan ciri seperti itu, berikut ini ada 10 ide ecotourism yang bisa kamu jadikan pertimbangan:
1) Trekking dan Birdwatching di Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh–Sumut)
- Habitat orangutan, gajah, beruang madu, dan ratusan spesies burung.
- Aktivitas ramah lingkungan: jungle trekking, primate-watching, sungai.
- Cocok untuk: pecinta satwa liar dan trekking level menengah.
2) Snorkeling Konservasi dan Pulau-pulau kecil di Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
- Salah satu pusat biodiversitas laut dunia, air jernih sepanjang tahun.
- Banyak operator yang menjalankan praktik ekowisata: minim limbah, pemandu lokal, konservasi terumbu karang.
Baca Juga: 5 Tips Praktis Agar Tetap Terhidrasi Saat Naik Pesawat, Kamu Jadi Tidak Kehausan saat Mendarat
3) Community-based Ecotourism di Desa Nglanggeran (Gunung Kidul, DIY)
- Peraih United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Award.
- Aktivitas: jelajah Gunung Api Purba, edukasi geologi, kebun kakao, homestay lokal.
- Cocok untuk: keluarga dan traveler santai.
4) Jelajah Hutan Gambut dan Kapal Klotok Tour Orangutan di Tanjung Puting (Kalimantan Tengah)
- Pengalaman sepanjang sungai Sekonyer, melihat orangutan di habitat alami.
- Aktivitas: river cruising ramah lingkungan, edukasi konservasi.
5) Diving dan Citizen Science di Raja Ampat (Papua Barat Daya)
Artikel Terkait
8 Wisata Alam Terbaru di Yogyakarta 2023, Mau Camping di Tepi Pantai atau Naik Gondola di Tebing?
5 Tips Packing Koper/Tas Untuk Travelling Ke Luar Negeri Agar Perjalananmu Happy
6 Penyebab Kamu Susah Move On setelah Liburan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Mumpung Weekend, Coba Naik Bus Wisata Jakarta Heritage yang Baru Diresmikan Yuk!
Menjelang Liburan Akhir Tahun, Rencanakan Liburanmu. Berikut Ini Panduan Ukuran Koper yang Harus Kamu Bawa
Jika Suka Traveling ke Luar Negeri, Berikut Ini Standar Sebuah Bandara Internasional yang Perlu Kamu Tahu!