Baca Juga: Tak Cuma Perkara Murah, Thrifting Juga Mendorong Slow Fashion yang Lebih Berkelanjutan
Klamby berusaha mengikuti apa yang disukai pelanggan, sehingga program dari Lazada ini dirasanya sangat sejalan dengan visi labelnya.
“Buat apa kita launching produk yang Cuma buat idealisme brand, tetapi customer tidak pakai? Dulu memang mungkin, tetapi Klamby sampai pada titik, ‘Ini keren buat kita, tetapi ternyata tidak keren buat customer’,” ujar Rizki.
Nah, kalau kenyataannya sekarang ada yang menurut Klamby tidak keren tetapi customer lebih menyukai hal itu, tentu brand ini akan berpihak pada keinginan pelanggan.
“Sekarang point-nya justru apa yang pelanggan inginkan, kita perhatikan sekali!” pungkas Rizki. (Syanne Susita)