Begitu terpakunya Rio pada karakter Arok ini, sampai-sampai setelah syuting rampung pun, ia sulit keluar dari karakter Arok. Butuh waktu sebulan hingga akhirnya bisa akhirnya karakter Arok benar-benar lepas.
“Belum pernah terbayangkan sebelumnya, saya bakal memainkan peran ini. Ditambah prosesnya cukup panjang, tanggung jawabnya gede. Tingkat kesulitan film ini mencapai 90 persen.
“Saya butuh waktu sebulan untuk bisa keluar dari peran. Selama produksi berlangsung, saya memang tidak memegang handphone, nggak lihat media sosial, nggak buka Whatsapp sama sekali. Saya mencoba berjarak sama kehidupan sosial.
“Tapi kan, kita harus ditantang terus seperti itu. Jangan stuck dengan karakter yang itu-itu saja,” serunya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Pertama Main di Film Horor, Fadi Alaydrus Senang Kesampaian Bisa Main bareng Yasamin Jasem
Perombakan Direksi dan Komisaris MRT Jakarta, Jujun Endah Jadi Komisaris PT MRT Jakarta
Ketika Sepatu Kaesang Pangarep Bikin Salah Fokus alias Salfok
Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia
Peran Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Kabur dari Bootcamp Militer
Begini Cara Prilly Latuconsina Meneteskan Air Mata di Mata Sebelah Kiri Saja di Film Budi Pekerti