Yang Dipelajari Natasha Wilona ketika Berturut-Turut Berperan sebagai Orang yang Bisa Melihat Kematian

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 17 Januari 2024 | 18:30 WIB
Sudah dua kali memerankan tokoh yang bisa melihat kematian, Natasha Wilona tidak khawatir dibilang aktris dengan peran stereotip. (Instagram @natashawilona12)
Sudah dua kali memerankan tokoh yang bisa melihat kematian, Natasha Wilona tidak khawatir dibilang aktris dengan peran stereotip. (Instagram @natashawilona12)

PejuangKantoran.com - Sebagai aktris, Natasha Wilona tentu tidak mau terjebak dalam peran stereotip, berakting untuk peran-peran yang sama dari satu film ke film yang lain.

Namun di satu sisi, Natasha Wilona tidak pernah membatasi tawaran peran yang masuk. Jadi, ketika ditawari peran sebagai orang yang bisa melihat kematian di film Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2 maupun series Happy Birth-Die, ia mengaku takjub.

“Bagi aku, ini jadi fenomena unik. Pas main series di awal-awal, aku ditawari bermain sebagai anak SMA dan tiba-tiba, semuanya juga menawari aku peran anak SMA,” seru Natasha Wilona saat konferensi pers Happy Birth-Die di Senayan City XXI, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Bagaimana Cara Meyakinkan Diri Apakah Harus Mendelegasikan Tugas atau Melakukannya Sendiri?

“Terus di saat aku bermain film tentang karakter yang bisa melihat kematian, tiba-tiba dapat lagi series di mana aku juga bisa melihat kematian,” lanjutnya.

Bukannya khawatir disebut ingin mengambil peran stereotip saja, aktris kelahiran 15 Desember 1998 ini justru lebih melihat dari sisi positifnya. Ia mengaku bisa belajar dari karakter seperti itu.

“Dari pengalaman aku, setelah dua judul -Aku Tahu Kapan Kamu Mati dan Happy Birth-Die, aku merasa kalau orang-orang yang memiliki kemampuan spesial ini memang ada di antara kita.

“Tapi, hidup mereka tidak mudah dengan kelebihan yang dimiliki itu,” ujar perempuan yang kerap disapa dengan nama Wilo ini.

Misalnya, ia memperhatikan bagaimana karakter Pijar yang ia mainkan dalam Happy Birth-Die justru ingin menutup diri karena tidak ingin orang di sekitarnya mengetahui kemampuannya itu.

Pijar tidak ingin hal itu memicu dirinya menjadi topik pembicaraan dan menjadi karakter yang menyebalkan. Tapi di sisi lain, Pijar sebenarnya merasa kesepian.

Baca Juga: Pantai Paal, Cara Menjelajah Sulawesi Utara di Samping Taman Nasional Bunaken

Wilo sendiri mengakui bahwa karakternya kali ini sepintas memang menyebalkan.

“Aduh, kok nih cewek menyebalkan sekali sih? Mukanya jutek, bibirnya hitam lagi kayak makan froyo yang black itu lho. Tapi, kadang-kadang bibirnya merah, tergantung mood hatinya!” serunya sambil tertawa berderai.

Walau sudah dua kali memerankan karakter yang memiliki kemampuan khusus, membawakan tokoh Pijar bukan hal yang mudah.

“Buat aku tantangan terberatnya justru bukan di makeup atau penampilan luarnya. Ada tim makeup dan kostum untuk itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X