Siapa yang Dimaksud Reza Rahadian sebagai "Mereka" dalam Buku Pertamanya, 'Mereka yang Pertama'?

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 17:09 WIB
Reza Rahadian meluncurkan buku berjudul "Mereka yang Pertama" sebagai bagian dari Program Refleksi Dua Dasarasa. (Instagram @bukugpu)
Reza Rahadian meluncurkan buku berjudul "Mereka yang Pertama" sebagai bagian dari Program Refleksi Dua Dasarasa. (Instagram @bukugpu)

PejuangKantoran.com - Setelah mengakhiri masa jabatan sebagai Ketua FFI, Reza Rahadian ternyata punya rencana besar yang ingin ia kerjakan.

Salah satunya adalah menulis buku tentang perjalanan karier, sekaligus mengekspresikan perasaannya terhadap orang-orang yang paling berjasa dalam kariernya. 

Menulis sebenarnya bukan hal asing buat Reza, karena ia terbiasa menulis jurnal sejak tahun 2004. Jadi, buku pertamanya yang berjudul Mereka yang Pertama berhasil diluncurkan dalam waktu cukup cepat, yaitu selama 2,5 bulan. Ia dibantu editor Andi F. Yahya dari penerbit buku Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Baca Juga: Usai Hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Kini Gula Aren Merek Tangkal Kawung Bidik Pasar Korea

“Buku ini punya arti yang berbeda karena ini tentang mereka-mereka yang membukakan jalan. Saya kembali mengingat-ngingat siapa saja individu-individu itu.

"Dan, untuk bisa mengingat, saya harus merenungkan kembali. Perjalanan dulu pernah (membuat saya) ketemu... siapa ya. Tentu tidak ada satu karya yang sempurna.

"Mungkin ada yang terlewat, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengingat siapa-siapa saja yang membuat Reza Rahadian lahir,” terang Reza, saat konferensi pers "Program Refleksi Dua Dasarasa" di Bentara Budaya Jakarta, Senin (28/4/2025).

Dalam buku yang dirilis awal Mei ini, Reza menuliskan bagaimana pertemuannya dengan orang-orang yang ia anggap memegang peranan penting dalam kariernya.

“Tokohnya siapa saja? Kurang lebih ada 43 nama. Yang jelas, ada pengalaman-pengalaman pertama dengan mereka. Ada sutradara, ada produser yang memberi kesempatan saya bermain pertama kalinya dalam film genre tertentu, misalnya.

"Jadi, ini tentang hal pertama dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Tidak hanya individu, tetapi pengalaman pertama menjalani projek itu secara pribadi,” ujarnya, tentang buku yang ditulis yang rangka perayaan 20 tahun kariernya di dunia seni peran itu.

Baca Juga: Pendaftaran Dana Indonesiana 2025 – 2026 untuk Para Seniman Segera Dibuka. Ini Cara Daftarnya!

Saat menulis perasaannya tentang pertemuan dengan orang-orang yang dianggap berjasa tersebut, tidak dipungkiri banyak menguras emosinya.

Salah satunya adalah saat ia menceritakan tentang ibunya yang selalu menjadi support system nomer satunya, yang selalu menyemangatinya. 

“Ada juga satu orang, namanya mbak Fifit. Ibunya baru saja meninggal. Nama ibunya, ibu Nunik Anggraeni. Beliau adalah pendiri majalah Aneka Yess!

"Di mana di situlah cikal-bakal semuanya. Saya mengawali semuanya gara-gara itu. Sosok Mbak Fifit itu sangat besar perannya bagi saya,” serunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X