"Ganda putri, tunggal putri, dengan tunggal putra, ya hadiahnya sama. Pengakuannya juga sama. By the time, dia juara dia akan terkenal dan mendapat kontrak dengan nilai yang fantastis!” ujarnya.
Apalagi, Liliyana bermain di ganda campuran yang berpartner dengan laki-laki. Yang penting ia dan partnernya memiliki satu visi dan misi. Ia tidak pernah merasa minder sebagai perempuan.
Sebagai atlet yang sudah mengalami jatuh-bangun, mindset yang harus terus dipegang adalah perbedaan gender jangan membuat perempuan merasa tidak berdaya.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Waktu Penggunaan Ponsel Tertinggi di Dunia Tahun 2025
“Jangan jadi alasan kalau perempuan itu lemah. Saya sendiri merasakan. Kalau perempuan lemah, kita artinya nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa berprestasi. Nggak! Kita harus merasa kita juga bisa dan mampu."
Menurut Butet, pemerintah juga selalu memberi perlakuan yang sama, baik fasilitas maupun bonus.
"Jadi jangan berkecil hati. Perempuan punya kesempatan yang sama. Jika ingin berhasil, kita harus berusaha maksimal untuk mencapai hasil yang terbaik!” pungkas Liliyana Natsir.
Artikel Terkait
Bijakkah Menggunakan Pinjaman tanpa Agunan untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?
@america Gelar Career Fair, Kapan Lagi Bisa Cari Kerja dan Dapat Ilmu dari Para Speaker Andal!
Bukan Sekadar FOMO, Ini Alasan Mantan Pebulutangkis Liliyana Natsir Ikut Terpadel-padel
Jepang Terapkan JESTA: Aturan Baru bagi Wisatawan Indonesia yang Ingin Liburan Tanpa Visa
Seleksi Substansi LPDP 2025 Masih Berjalan, Simak Jadwal hingga Tata Tertib selama Wawancara
Kamu Merasa Tidak Cocok dengan Cara Kerja Atasan? Begini Cara agar Tetap Waras dan Profesional
BP AKR Fuels Retail Membuka Lowongan Kerja Personal Assistant to Director