Ilmu lain yang didapat aktris berusia 49 tahun ini adalah memahami dinamika kehidupan di pesantren, terutama yang menyangkut tradisi serta bentuk-bentuk interaksinya.
“Yang saya sukai dari film Hati Suhita juga karena film ini memberikan konteks cerita baru. Semua orang yang tidak tahu kehidupan pesantren menjadi tahu.
“Oh, jadi para Gus yang berada di strata paling atas atau darah biru, istilahnya, kalau mau dijodohkan harus sama-sama darah biru. Saya kira mereka bebas mencari jodohnya. Ternyata, tidak,” jelasnya.
Baca Juga: Aktivis Tuli Surya Sahetapy Rampungkan Pendidikan S2 dari Rochester Institute of Technology
Dari situasi seperti itu, Desy belajar tentang komitmen. Jika seseorang punya komitmen untuk menjalankan suatu kebaikan, Tuhan akan memudahkan jalannya jika memang sesuai kebutuhan kita. Walaupun, komitmen itu tidak sesuai dengan keinginan pribadi.
Selain itu, ada momen dirinya harus berakting seolah begitu hafal dengan Al-Quran. Secara jujur, Desy Ratnasari mengaku bahwa realitanya belum seperti itu.
“Saat berakting seolah-olah hanya dengan mendengar orang mengaji, saya bisa tahu mana yang salah baca. Saya jadi terpacu juga untuk menghapal Al-Quran,” tukasnya.
Itulah kebaikan lain yang bisa ia peroleh dari film Hati Suhita. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Ajil Ditto Lebih Cepat Belajar Bahasa Padang Lewat Skenario Onde Mande Ketimbang Diajari Keluarga
Terlalu Lama di Depan Laptop, Hati-Hati Kena Computer Vision Syndrome atau Digital Eye Strain
Bahaya Pakai Pakaian Rumah saat Bekerja dan Belajar di Rumah, Bisa Pengaruhi Semangat dan Performa Kamu!
Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 Raih Penghargaan Uang Kertas Baru Terbaik, Apa Kriteria Penilaiannya?
Sedih, Semua Gerai Toko Buku Gunung Agung Akan Tutup Akhir 2023
Ini Cara Mendaftar Beasiswa LPDP Tahap 2 yang Akan Segera Dibuka Mulai 9 Juni