PejuangKantoran.com - Bagi yang bekerja di depan laptop, berapa lama dalam sehari kamu menatap layar alat elektronik tersebut? Mungkin lebih dari 10 jam, ya. Hati-hati, karena mata kamu bisa terkena Computer vision syndrome atau digital eye strain. Apa itu?
Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kondisi yang dihasilkan karena menatap layar laptop atau komputer selama berjam-jam. Gejala yang paling sering terjadi adalah mata terasa lelah, perih, iritasi, dan pandangan kabur.
Nah, sindrom ini juga sering disebut dengan digital eye strain atau ketegangan mata digital. Ini merupakan istilah umum untuk ketidaknyamanan mata akibat menatap layar gadget.
Menurut laporan The Vision Council, 22% orang mengalami mata kering, sakit kepala, dan/atau masalah penglihatan serta 30% mengalami nyeri leher dan bahu setelah dua jam lebih menghabiskan waktu di depan layar per hari.
Baca Juga: Buat yang Bosan Horor, Hati Suhita Bisa Jadi Alternatif Must See Film di Bioskop
American Optometric Association (AOA) mengatakan bahwa kondisi mata ini dapat terjadi karena fokus dan gerakan mata yang diperlukan saat melihat layar digital memberikan tuntutan tambahan pada sistem visual.
Bahkan, kamu akan lebih berisiko menderita ini jika memiliki masalah penglihatan yang tidak terkoreksi (seperti rabun jauh), koordinasi mata yang tidak memadai, atau perubahan penuaan yang terjadi pada mata.
Lalu, jika kamu memakai kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang sudah usang atau salah, juga bisa memperburuk gejala ketegangan mata digital.
Seberapa serius kondisi ini?
Kabar gembiranya, banyak gejala CVS dan digital eye strain hanya bersifat sementara dan akan menurun saat kamu mengistirahatkan mata.
Penelitian juga belum menunjukkan bahwa cahaya biru yang dipancarkan dari gadget—yang juga disebut High Energy Visible atau HEV—menghasilkan kerusakan yang cukup untuk menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Baca Juga: Pameran Lukisan ArtOs Nusantara Dibuka, Banyuwangi Jadi Episentrum Seni Baru Indonesia
Namun, bukan berarti manatap layar berlebihan tidak akan menyebabkan masalah lain.
Menurut Justin Bazan, O.D., dokter mata dan penasihat medis untuk The Vision Council, penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar biru dapat menyebabkan kerusakan retina dan masalah penglihatan jangka panjang, seperti degenerasi makula terkait usia dan katarak.
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut 985 Tower BTS 4G Kominfo Mangkrak: “Hanya Barang-Barang Mati”
Kejutan! Enzy Storia Resmi Menikah dengan Maulana Kasetra, Warganet Kena Prank!
Multitasking Tak Bikin Kamu Jadi Produktif. Lakukan Saja Ini untuk Meningkatkan Produktivitas
Ibundanya Mantan Pemain Sinetron, Daffa Wardhana Diminta Merintis Kariernya Sendiri
Ajil Ditto Lebih Cepat Belajar Bahasa Padang Lewat Skenario Onde Mande Ketimbang Diajari Keluarga
Weekend Waktu Tepat Buat Downtime Otak dari Semua Urusan Kantor, Ini Manfaatnya!