Sudah Meraih Piala Citra, Marthino Lio Tidak Peduli Jika Hanya Muncul Sekilas dalam Film

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 7 Juni 2023 | 14:51 WIB
Marthino Lio tidak ingin mengkotak-kotakkan diri sebagai aktor tertentu. (Instagram @marthinolio)
Marthino Lio tidak ingin mengkotak-kotakkan diri sebagai aktor tertentu. (Instagram @marthinolio)

PejuangKantoran.com - Sebagai pemenang Piala Citra, Marthino Lio terbilang cukup unik dalam menentukan kriteria film yang akan diterimanya. Ia seperti tidak terlalu memusingkan jika dalam film dirinya hanya muncul di beberapa adegan saja.

Dalam film Balada Si Roy, Marthino Lio hanya tampil dalam adegan balapan motor saja. Atau di film Sewu Dino, di mana penampilannya bisa dibilang “sulit” sekali dikenali karena digambarkan di dalam alam gaib yang gelap.

Kemunculannya dalam film berdurasi 121 menit itu pun jika dirangkum tidak sampai seperempat dari durasi keseluruhan. 

Baca Juga: Bukan Tema Perselingkuhan yang Bikin Marthino Lio Menikmati Syuting Detektif Jaga Jarak

“Jangan pernah mengkotak-kotakkan diri, misalnya 'Gue ini pemain drama, action, a, b, c, d'. No! Harusnya, gue ini pemain. Titik. Apapun itu yang datang, diterima saja,” ungkap Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2022 lewat film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini.

Marthino Lio juga tidak seperti kebanyakan aktor yang biasanya menerima tawaran akting dari sutradara-sutradara yang sudah dikenal atau pernah bekerjasama sebelumnya.

Ia langsung menerima tawaran main sebagai Antonio Sandoval, tokoh antagonis yang bengis tetapi sangat mengundang kocak tawa di film The Big Four.

“Nggak harus kenal sutradaranya, sih! Di The Big Four, gue nggak kenal sama mas Timo (Tjahjanto). Tiba-tiba dapat peran yang kayak gitu. Eh, malah diterima sama banyak orang!”

Profesi sebagai aktor, buat pria kelahiran Surabaya, 26 Januari 1989 ini, adalah tempat dia untuk belajar dan mengenal berbagai macam karakter manusia yang unik dan menarik.

Bekerja sebagai aktor juga membuka kesempatan baginya bertemu dengan banyak orang, tanpa melihat batasan umur. Lawan aktingnya bisa saja lebih muda atau jauh lebih senior.

Dalam film terbarunya, Detektif Jaga Jarak, lawan main Marthino adalah aktor cilik Bimasena,  dan seekor anjing pug. 

Baca Juga: 3 Alasan Detektif Jaga Jarak Bakal Jadi Pilihan Film yang Asyik Ditonton buat Long Weekend

“Mau sampai kapan pun bekerja di industri ini, we will always learn something new. Tidak pernah ada kata 'Gue udah cukup tahu'. Nggak mungkin!

"Karena yang kita pelajari kan manusia yang mempunyai berbagai macam sifat dan karakter, dan itu biasanya ditentukan oleh apa yang sudah ia lewati sebelumnya," jelas Marthino, sambil memberi bocoran bahwa proyek selanjutnya adalah film biografi.

Menurutnya, orang bisa menjadi "pahit" karena terlalu banyak mengalami rasa sakit. Atau ada juga orang yang bersembunyi di balik tawanya karena tidak mau memperlihatkan semua kepahitan yang sudah dilewati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X