PejuangKantoran.com - Walaupun memulai karirnya di sinetron dan film, nama Sha Ine Febriyanti kini lebih dikenal sebagai pemain teater. Sebagai pemain teater, aktris berusia 47 tahun ini mengaku cukup picky dalam memilih proyek film.
Untuk menyeleksi tawaran main film, biasanya ia akan melihat portfolio sutradaranya. Namun, Sha Ine Febriyanti mengaku tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya ketika pertama kali diajak produser film Budi Pekerti, Ridla An-Nuur, untuk bertemu dengan sutradara film, Wregas Bhanuteja.
“Semua aktor Indonesia pasti sangat ingin bekerja sama dengan Wregas Bhanuteja. Beliau adalah salah satu director's list saya. Saya memang berangkat dari teater yang agak picky memilih sutradara.
Baca Juga: Omar Esteghlal Anggap Budi Pekerti Naskah Terbaik yang Pernah Dibaca Seumur Hidupnya
“Tapi, doa saya terkabul. Pada suatu hari, saya dapat telepon dari Ridla untuk ketemu dengan Wregas. Di situ, saya tidak bisa menutup rasa gembira. ‘Wregas, mau bertemu dengan saya?’” kenang Sha Ine Febriyanti dengan nada tak percaya.
Setelah bertemu dengan sutradara favoritnya itu, ibu tiga anak ini mengaku terkejut begitu tahu bahwa ia ditawari peran utama dalam film Budi Pekerti.
Di film Budi Pekerti, Ine memang berperan sebagai guru BP (Bimbingan dan Konseling) bernama ibu Prani. Malang nasibnya, tanpa sengaja Prani melakukan sesuatu yang membuat orang sekitar merekamnya lewat video lalu diviralkan oleh warganet di media sosial.
Videonya terus beredar hingga akhirnya membawa malapetaka bagi keluarga Prani.
“Tidak disangka beliau (Wregas Bhanuteja, Red.) menawarkan karakter yang sangat penting di film beliau. Karakter dan apa yang dialami sebenarnya refleksi dari media sosial kita selama ini,” kata Ine, saat konferensi pers film Budi Pekerti di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (4/8/2023).
Baca Juga: Ini Tantangan Wregas Bhanuteja untuk Prilly Latuconsina Saat Bermain di Film Budi Pekerti
“Itu jadi rezeki karena saya banyak belajar ketika berproses dengan teman-teman di sini semua. Apalagi ketika reading, saya melihat kualitas beliau.
“Ketika pertama kali Wregas mempresentasikan filmnya saja sudah detail sekali. Semua diceritakan dengan sangat lengkap. Dia tahu apa yang dia mau, dia menguasai semua, dan dia tahu apa yang tidak ia mau. Nggak banyak orang seperti ini,” pujinya.
Bekerja di projek film Wregas Bhanuteja buat Ine bukan hal yang mudah. Aktris kelahiran 18 Februari 1976 ini mengaku sempat kewalahan menghadapi arahan secara detail dari sang sutradara. Proses reading pun berjalan cukup lama.
“Akhirnya, kita berproses selama tiga bulan. Banyak sekali hal baru yang saya temui, terutama bagaimana saya harus men-deliver karakter lebih detail dan subtil.
“Saya kan biasanya main di panggung teater dengan proyeksi yang sangat besar. Wregas mengajari saya bagaimana berdamai dengan lensa yang sangat subtil dan kecil.
Artikel Terkait
Arti Lirik Lagu V BTS “Love Me Again” yang Syuting MV-nya Jauh-Jauh ke Spanyol
Ada Alasan Medis Mengapa Tubuh Mudah Merasa Lelah padahal Sudah Cukup Istirahat
Perusahaannya Sempat Dihargai 40 Miliar Dollar, Kini WeWork Terancam Bangkrut
Buat Para Bos, Ini 5 Cara Agar Karyawan Tidak Memilih Quiet Quitting saat Bekerja
Mau Negosiasi Gaji tapi Belum Punya Pengalaman Kerja? Ini yang Harus Dipertimbangkan!
Jangan Coba-Coba Foto atau Video Call di Imigrasi Bandara, Bisa Ditangkap Petugas!