PejuangKantoran.com - Salah satu tuntutan pekerjaan sebagai aktor adalah mampu berakting melalui seluruh bagian tubuh. Namun, Angga Yunanda mengaku paling jarang akting dengan mengerenyitkan alis matanya yang tebal.
Angga Yunanda trauma karena saat awal-awal tahun terjun di film, ia pernah dimarahi oleh sutradara karena gerakan alisnya itu membuatnya berakting seperti di sinetron.
“Berkaca dari pengalaman pribadi, dulu banget, di awal-awal main film, aku sering mendapat respons kurang baik dari permainan alis aku.
Baca Juga: Terbiasa Main Teater, Ini Kesulitan Sha Ine Febriyanti Saat Bermain di Film Budi Pekerti
“Aku sempat trauma sebenarnya, kalau harus memainkan alis. Karena dulu sempat dimarahin, 'Jangan mainin alis! Berasa sinetron banget!'” tukas Angga Yunanda, saat konferensi pers film Budi Pekerti di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (4/8/2023).
Semenjak itu, tiap berakting Angga berusaha mengurangi gerakan alisnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya saat ia berakting sebagai Muklas di film Budi Pekerti arahan sutradara Wregas Bhanuteja.
Aktor berusia 23 tahun ini malah diminta sang sutradara untuk lebih memperlihatkan pergerakan alisnya. Bahkan begitu detailnya Wregas Bhanuteja terhadap ekspresi dan gestur wajah tiap pemain, Angga sampai sempat kewalahan.
“Aku belum terbiasa dan tidak pernah terpikirkan untuk mengerenyitkan alis, bergerak satu milimeter saja ada maknanya.
“Awalnya, bingung. Bagaimana nanti reaksi penonoton melihat gestur-gestur itu karena mengerenyitkan alis cukup sering aku lakukan di film.
“Menariknya, selalu ada alasan kenapa aku (sebagai karakter) melakukan hal itu sehingga gestur kecil itu make sense,“ seru Angga.
Saat terlibat dalam film Budi Pekerti, Angga mengaku banyak melakukan hal baru untuk kali pertama.
Baca Juga: Omar Esteghlal Anggap Budi Pekerti Naskah Terbaik yang Pernah Dibaca Seumur Hidupnya
Selain harus mengecat rambutnya menjadi merah dan menjalani metode pendekatan akting sedetail itu, ini kali pertama pula ia sangat membuka ruang diskusi dengan pemain lain.
“Aku kan nggak ada darah Jawa. Di awal, agak sulit menyesuaikan berbicara dengan dialek Jawa. Naskah di awal itu pakai bahasa Indonesia full. Baru di-translate satu per satu,” beber aktor kelahiran Lombok, 16 Mei 2000 ini.
“Perhatian kak Wregas luar biasa kepada pemainnya. Aku kesulitan di beberapa kata yang menurut aku pelafalannya tidak akan berhasil aku lakukan.
Artikel Terkait
Ada Alasan Medis Mengapa Tubuh Mudah Merasa Lelah padahal Sudah Cukup Istirahat
Perusahaannya Sempat Dihargai 40 Miliar Dollar, Kini WeWork Terancam Bangkrut
Buat Para Bos, Ini 5 Cara Agar Karyawan Tidak Memilih Quiet Quitting saat Bekerja
Mau Negosiasi Gaji tapi Belum Punya Pengalaman Kerja? Ini yang Harus Dipertimbangkan!
Jangan Coba-Coba Foto atau Video Call di Imigrasi Bandara, Bisa Ditangkap Petugas!
Para Artis Heboh Diajak Naik LRT Presiden Jokowi, Ayu Dewi: “Smooth Kayak Masa Depan Kita”