Pejuangkantoran.com – Bisa jadi lagu ini yang paling popular di bulan Ramadhan kali ini karena sering jadi latar suara (backsound) untuk konten-konten media sosial. Semula lagu ini dipakai pada konten-konten lucu dan bahkan challenge melantunkannya.
Namun di bulan puasa ini juga banyak yang menjadikannya backsound konten-konten berkaitan dengan puasa Ramadhan khususnya dan ke-Islam-an pada umumnya. Lagu berbahasa Arab itu lebih dikenal dengan judul Tob Tobi Tob, namun sebenarnya judulnya adalah Sawt Safiri Al-Bulbuli.
Ini sebenarnya syair puisi Arab tempo dulu yang menggambarkan keindahan burung bul-bul. Syair ini diciptakan oleh Al-Asma’i atau lengkapnya Abdul Malik bin Quraib Al-Asma’i dari Basra, Irak.
Ia adalah seorang penyair dan seorang filolog era Abbasiyah. Al-Asma’I dikisahkan menciptakan syair tersebut untuk menantang Khalifa Abi Ja’far Al-Mansur.
Filolog adalah seseorang yang ahli dalam ilmu yang mempelajari bahasa dalam konteks Sejarah, budaya, dan literatur.
Bukan tantangan perang atau duel, namun tantangan dalam melantunkan syair-syair. Ini karena Khalifah Abi Ja’far Al-Mansur dikenal memiliki kemampuan mengahapl puisi hanya dengan sekali dengar.
Al-Asmai’i lalu membuat syair tentang burung bul-bul tadi dengan susunan kata yang sulit diingat, karena penuh pengulangan dan ritme yang membingungkan. Dan khalifah Abi Ja’far dan pembantunya gagal menghapal syair tersebut.
Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
Filolog yang ahli zoologi
Al-Asma’i lahir pada tahun 740 M dan wafat tahun sekitar 828 M (ada yang meneybutnya tahun 833 M), adalah seorang filolog Arab dan salah satu dari tiga ahli tata bahasa Arab terkemuka dari mazhab Basra.
Al-Asmai’i di istana khalifah Abbasiyah, Hārūn al-Rashīd, sebagai orang yang memiliki banyak pengetahuan dan penulis produktif tentang filologi, puisi, silsilah, dan ilmu pengetahuan alam. Bahkan Al-Asma’i memelopori studi zoologi dalam ilmu anatomi hewan-manusia.
Ia menyusun antologi puisi penting, Asma'iyyat. Ini adalah kitab antologi puisi Arab yang disusun oleh Al-Asma'i, berisi 92 qasidah dari 71 penyair, baik dari masa pra-Islam hingga awal Islam di Jazirah Arab.
Dalam biografi Ibn Khallikān sekitar abad ke-13 menyebut Al-Aṣmaʿī sebagai “seorang ahli bahasa Arab yang lengkap,” dan “yang paling terkemuka di antara semua perawi sejarah lisan dan ungkapan-ungkapan langka bahasa tersebut.