sosok

Al-Asma'i, Pencipta Syair Tob Tobi Tob yang Pernah Kucing-Kucingan dengan Tukang Sayur

Minggu, 16 Maret 2025 | 14:26 WIB
Al-Asma'i, pencipta syair (eminbiolog.wordpress.com)

Pejuangkantoran.com – Bisa jadi lagu ini yang paling popular di bulan Ramadhan kali ini karena sering jadi latar suara (backsound) untuk konten-konten media sosial. Semula lagu ini dipakai pada konten-konten lucu dan bahkan challenge melantunkannya.

Namun di bulan puasa ini juga banyak yang menjadikannya backsound konten-konten berkaitan dengan puasa Ramadhan khususnya dan ke-Islam-an pada umumnya. Lagu berbahasa Arab  itu  lebih dikenal dengan judul Tob Tobi Tob, namun sebenarnya judulnya adalah Sawt Safiri Al-Bulbuli.

Ini sebenarnya syair puisi Arab tempo dulu yang menggambarkan keindahan burung bul-bul. Syair ini diciptakan oleh Al-Asma’i atau lengkapnya Abdul Malik bin Quraib Al-Asma’i dari Basra, Irak.

Ia adalah  seorang penyair dan seorang filolog era Abbasiyah. Al-Asma’I dikisahkan menciptakan syair tersebut untuk menantang Khalifa Abi Ja’far Al-Mansur.

Filolog adalah seseorang yang ahli dalam ilmu yang mempelajari bahasa dalam konteks Sejarah, budaya, dan literatur.

Bukan tantangan perang atau duel, namun tantangan dalam melantunkan syair-syair. Ini karena Khalifah Abi Ja’far Al-Mansur dikenal memiliki kemampuan mengahapl puisi hanya dengan sekali dengar.

Al-Asmai’i lalu membuat syair tentang burung bul-bul tadi dengan susunan kata yang sulit diingat, karena penuh pengulangan dan ritme yang membingungkan. Dan khalifah Abi Ja’far dan pembantunya gagal menghapal syair tersebut.

Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya 

Filolog yang ahli zoologi

Al-Asma’i lahir pada tahun 740 M dan wafat tahun sekitar 828 M (ada yang meneybutnya tahun 833 M), adalah seorang filolog Arab dan salah satu dari tiga ahli tata bahasa Arab terkemuka dari mazhab Basra.

Al-Asmai’i di istana khalifah Abbasiyah, Hārūn al-Rashīd, sebagai orang yang memiliki banyak pengetahuan dan penulis produktif tentang filologi, puisi, silsilah, dan ilmu pengetahuan alam. Bahkan Al-Asma’i memelopori studi zoologi dalam ilmu anatomi hewan-manusia.

Ia menyusun antologi puisi penting, Asma'iyyat. Ini adalah kitab antologi puisi Arab yang disusun oleh Al-Asma'i, berisi 92 qasidah dari 71 penyair, baik dari masa pra-Islam hingga awal Islam di Jazirah Arab. 

Dalam biografi Ibn Khallikān sekitar abad ke-13 menyebut Al-Aṣmaʿī sebagai “seorang ahli bahasa Arab yang lengkap,” dan “yang paling terkemuka di antara semua perawi sejarah lisan dan ungkapan-ungkapan langka bahasa tersebut.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB