Salah satu sikap tegasnya adalah konsisten menolak kerja sama dengan brand asal Israel sejak 2024.
Belakangan, Fathia juga ikut mendukung Palestina dengan bersuara soal pencegatan kapal Madleen yang membawa bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Beberapa Negara Keluarkan Travel Alert ke Indonesia Imbas Demo
- Abigail Limuria
Abigail jadi sorotan setelah tampil di siaran Al Jazeera English untuk membahas aksi demonstrasi di Indonesia.
Kehadirannya dianggap penting karena berhasil menyampaikan keresahan rakyat Indonesia ke audiens internasional.
Selain itu, Abigail adalah pendiri What Is Up Indonesia (WIUI) dan Bijak Memilih, yang memiliki misi untuk membuat informasi politik dan sosial jadi lebih mudah dipahami anak muda.
- Andovi Da Lopez
Andovi Da Lopez pertama kali dikenal lewat YouTube, baik dari cover lagu maupun serial Malam Minggu Miko. Bersama kakaknya, Jovial, ia juga sempat mengelola channel komedi di Malesbanget.com.
Pada 2022, Andovi dan Jovial gabung ke Narasi. Sejak itu, Andovi makin aktif membicarakan politik dan kondisi sosial di Indonesia.
Ia kini jadi salah satu figur muda yang suaranya sering didengar.
Baca Juga: Bukan Sekadar Chat, Ini 8 Cara Mengoptimalkan Slack untuk Kerja Sehari-hari. Kamu Sudah Tahu Belum?
- Jerhemy Owen
Sebagai lulusan jurusan Teknologi Lingkungan dan Energi Terbarukan di Avans University of Applied Sciences, Breda, Belanda, Jerhemy Owen awalnya banyak memberikan edukasi tentang lingkungan dan energi terbarukan melalui platform media sosial miliknya.
Aksinya yang terbaru adalah mengajak 4,8 juta pengikutnya di TikTok untuk ikut kampanye penanaman 5.000 pohon sebagai aksi menyelamatkan hutan Indonesia, dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-23.
Namun sejak aktif membuat konten tentang Pemilu 2024 di Belanda, Owen kerap menunjukkan ketertarikan pada isu politik dan kemanusiaan. Kini ia ikut mengawal aksi massa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat, termasuk "17 Plus 8 Tuntutan Rakyat".
- Dino Augusto
Dino Augusto mungkin lebih dikenal di TikTok lewat akun “Dosen Fashyun”. Ia memang pengajar bisnis fashion di LaSalle College dan Universitas Pelita Harapan.
Awalnya ia populer karena konten seputar fashion, tetapi kini lebih sering menyoroti isu fast fashion dan dampaknya pada lingkungan.