PejuangKantoran.com - Goh Cheng Liang, pendiri Wuthelam Group yang menjadi pemegang saham mayoritas Nippon Paint Holdings, meninggal dunia pada usia 98 tahun.
Dikenal sebagai warga Singapura terkaya menurut daftar Forbes 2025 dengan kekayaan mencapai sekitar Rp208 triliun (setara SGD 16–17 miliar atau sekitar Rp192–204 triliun), Goh wafat pada 12 Agustus 2025 pagi, dikelilingi keluarga.
Dari kehidupan sederhana hingga menjadi miliarder yang penuh kasih, perjalanan hidupnya membuktikan bahwa dengan kerja keras, visi, dan hati yang dermawan, seseorang bisa meninggalkan warisan yang lebih besar dari kekayaan materi.
Baca Juga: Liu Jingkang, ‘JK’, Miliarder Kamera Aksi yang Pecahkan Rekor IPO di Usia 33 Tahun
Awal Kehidupan dan Awal Karier
Goh lahir dan dibesarkan dalam kondisi serba kekurangan. Ia menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah toko sempit di River Valley Road—menyewa kamar berseribu dua dolar per bulan—bersama orang tua dan lima saudara. Saat Perang Dunia II pecah, ia sempat dikirim ke Muar, Johor, untuk tinggal bersama kerabat.
Sepulangnya ke Singapura, Goh sempat gagal dalam usaha minuman soda. Namun titik balik datang ketika ia membeli cat bekas tentara Inggris pada 1949 dengan harga murah dan kemudian menjadikannya produk baru bermerek Pigeon Brand. Dari sana, bisnis catnya berkembang pesat hingga menggandeng Nippon Paint dan membangun Wuthelam Holdings pada 1974—yang mengontrol hampir 60% saham Nippon Paint.
Baca Juga: Lowongan 1.000 Petugas Damkar DKI Jakarta 2025, Segera Daftar!
Konglomerat Dermawan
Selain sukses dalam bisnis, Goh juga dikenang sebagai dermawan besar. Ia mendirikan Yayasan Goh pada 1995 untuk menyalurkan sumbangan secara terstruktur, termasuk dalam bidang medis. Ia turut mendirikan dan mengembangkan Pusat Barah Nasional Singapura serta mendukung penelitian kanker, reumatologi, dan imunologi. Sebagai bekas pasien kanker, ia juga aktif mendukung layanan paliatif.
Warisan dan Kesederhanaan
Anak sulungnya, Goh Hup Jin, kemudian berkata, "Ayah adalah mercu kasih sayang dan kekuatan.” Ia mengajarkan keluarga hidup penuh kasih dan rendah hati, yang mencerminkan kepribadiannya di dunia profesional maupun sosial.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Chevening 2026–2027 Resmi Dibuka! Kirimkan Lamaran Kamu sebelum 7 Oktober 2025
Jejak Sejarah dan Inspirasi
Goh bukan hanya membangun kerajaan bisnis dari nol, ia juga memberi inspirasi melalui transformasi sosial. Melalui kolaborasi strategis dengan Nippon Paint dan investasi di bidang properti, ia tidak hanya memperluas cakupan bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan kontributor penting bagi ekonomi Asia.
Artikel Terkait
Marthino Lio Punya Hobi Baru Gara-Gara Terlibat di Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian
Legenda Gulat WWE Hulk Hogan Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Sempat Enggan Ambil Film Horor Lagi, Ini Alasan Hana Malasan Terlibat di Film 'Sihir Pelakor'
Resmi Gabung Fortuna Sittard, Justin Hubner Mulai Petualangan Baru di Eredivisie
Dipercaya Jadi Sutradara Film 'Harusnya Horor', Reza Arap Mengaku Tidak Mengerti Teknis Film
3 Prinsip Investasi Abadi Benjamin Graham: Falsafah yang Membentuk Warren Buffett
Rahasia Kerja Tim yang Hebat: Mampu Bicara dengan Bahasa yang Tepat untuk Tiap Anggota
Perankan Tokoh Antagonis di Labinak: Mereka Ada Di Sini, Arifin Putra Direpotkan Lumuran Darah selama 3 Hari
Oil Pulling ala Nikita Willy: Rahasia Senyum Sehat yang Ternyata Sederhana dan Bisa Ditiru
Liu Jingkang, ‘JK’, Miliarder Kamera Aksi yang Pecahkan Rekor IPO di Usia 33 Tahun