sosok

Siapa Sangka, Bos TikTok Shou Zi Chew Ternyata Pernah Jadi Anak Magang di Facebook

Selasa, 30 September 2025 | 21:40 WIB
CEO TikTok Shou Zi Chew ternyata pernah magang di Facebook, perusahaan yang kini jadi pesaingnya. ( IG @shouzicew._)

PejuangKantoran.com - Shou Zi Chew mungkin sekarang dikenal sebagai CEO TikTok, aplikasi video pendek yang jadi pesaing utama Mark Zuckerberg dan Meta. Namun, hanya sedikit yang tahu kalau awal karirnya di dunia teknologi justru dimulai dari kantor Zuckerberg sendiri.

Chew, yang merupakan warga negara Singapura, menempuh pendidikan ekonomi di University College London. Setelah itu, ia melanjutkan studi MBA di Harvard Business School.

Di masa kuliahnya, ia mendapat kesempatan magang selama musim panas di perusahaan kecil yang saat itu baru naik daun, bernama Facebook.

Baca Juga: Silvia Venturini Fendi mengundurkan diri dari posisi Creative Director di Rumah Mode Fendi

Meski sempat mencicipi dunia kerja di Facebook, karir Chew tidak lama di sana. Ia kemudian pindah ke berbagai kota besar seperti London, Singapura, dan Hong Kong, sebelum akhirnya menetap di Beijing.

Pada 2015, Chew bergabung dengan raksasa teknologi China, Xiaomi, sebagai Chief Financial Officer (CFO). Di sana, ia membantu Xiaomi melantai di bursa saham pada 2018.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2021, jalan Chew kembali bersinggungan dengan Zuckerberg. Namun, kali ini bukan sebagai rekan kerja, melainkan sebagai rival.

Ia masuk ke ByteDance, induk perusahaan TikTok, sebagai CFO. Tidak lama berselang, ia dipercaya menjadi CEO TikTok.

TikTok, pesaing berat Meta

Di bawah kepemimpinan Chew, TikTok tumbuh pesat dengan lebih dari 1 miliar pengguna global, termasuk sekitar 150 juta di Amerika Serikat saja. Popularitas TikTok membuatnya menjadi satu dari sedikit platform besar yang tidak berada di bawah kendali Zuckerberg.

Baca Juga: Contoh Cara Meminta Rekomendasi Kerja yang Sopan dan Profesional, Dijamin Direspons Baik!

Padahal, Meta sempat mencoba menguasai pasar ini lebih dulu. Pada 2016, Zuckerberg berusaha membeli Musical.ly, aplikasi lipsync populer di AS.

Sayangnya, tawarannya kalah dari ByteDance, yang kemudian membeli Musical.ly seharga 800 juta dolar pada 2017. Musical.ly lalu digabungkan dengan TikTok dan hasilnya meledak.

Meta lalu sempat meluncurkan aplikasi pesaing bernama Lasso pada 2018, tetapi gagal total. Aplikasi itu terpaksa ditutup pada 2020.

Persaingan yang semakin panas

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB