“Aku lagi di Bali, mau ngonten, tinggal take video. Itu bisa langsung menjadi konten. Begitu juga pas lagi di luar negeri, bisa rekam apa saja dan bisa upload saat itu juga.
"Itu hal yang paling enak. Kita tidak perlu terpaku pada jam kerja 9 to 5. Mesti bangun pagi, tidur malam cepat karena besok harus kerja lagi. Itu tidak perlu. Kalau kita mau kerja, ya kerja. Kalau nggak, ya, nggak. Karena kita bisa rekam apapun!” kilahnya.
Namun, menjadi Youtuber juga tidak selamanya enak. Ada juga hal yang tidak menyenangkan bagi Dea. Salah satunya adalah komentar pedas dari warganet.
Baca Juga: Yura Yunita Ciptakan Lagu 'Mau Jadi Apa' sebagai Representasi Gen-Z yang sedang Mengeksplor Diri
“Kalau kita upload video kan tidak semuanya suka. Ada yang mungkin tidak sesuai dengan pemikiran mereka (warganet). Akhirnya, kena hujat. Nah, itu yang tidak enaknya.
"Tapi, itu tahan-tahan kitanya saja. Kalau kita kuat, hujatan itu tidak akan menjadi masalah!” pungkasnya.
Konsistensi, keuletan, dan ketahanan diri Direy Dealova terhadap berbagai tantangan yang dihadapi untuk menjadi Youtuber, kini berbuah manis.