PejuangKantoran.com - Mark Zuckerberg benar-benar serius memperkuat posisi Meta di bidang AI sepanjang 2025. Dia baru saja merekrut Alexandr Wang, pendiri Scale AI yang masih berusia 28 tahun, untuk memimpin seluruh upaya kecerdasan buatan di Meta.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Meta berinvestasi sekitar US$ 14,3 miliar di Scale AI. Ini termasuk investasi terbesar dalam sejarah perkembangan AI belakangan ini.
Dengan investasi sebesar itu, Alexandr tidak hanya bergabung sebagai Chief AI Officer di Meta. Ia langsung memimpin divisi baru yang cukup prestisius, yaitu Meta Superintelligence Labs (MSL).
Baca Juga: Isi Surat Pengaduan Mahasiswi Manado yang Diduga Bunuh Diri akibat Dilecehkan oleh Dosennya
Di bawah arahannya, MSL akan mengawasi semua riset, infrastruktur, hingga pengembangan produk AI milik Meta.
Meskipun banyak orang membicarakan kesuksesannya di bidang AI, sebenarnya latar belakang keluarga lah yang berperan penting dalam membentuk perjalanan hidup Alexandr Berikut kisahnya yang sangat inspiratif:
Masa kecil yang fokus pada pembelajaran
Perjalanan karier Alexandr Wang mirip cerita sukses klasik di Silicon Valley. Dia lahir di Los Alamos, New Mexico, dari orang tua imigran asal Tiongkok yang sama-sama fisikawan. Makanya, ia didorong untuk selalu berpikir logis dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.
Bakat Alexandr di bidang matematika dan komputer pun sudah terlihat sejak kecil. Belajar dan memecahkan masalah sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berhenti kuliah untuk membangun startup
Baca Juga: Open Casting di Makassar untuk 10 Karakter Produksi Film Baru DL Entertainment
Karena bakatnya dalam matematika dan pemrograman, Wang diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu kampus teknologi terbaik dunia. Namun, ia memutuskan untuk berhenti kuliah pada usia 19 tahun untuk fokus pada startup-nya.
Itu adalah keputusan yang sulit, tetapi ia percaya pada idenya. Dia memilih fokus membangun Scale AI karena yakin bahwa ke depannya, kebutuhan akan data berkualitas untuk melatih AI bakal meledak. Dan ternyata, tebakannya tepat sekali.
Peran keluarga di balik layar
Alexander Wang tidak membangun perusahaannya sendirian. Ibunya banyak membantu memberikan saran strategis di masa awal, sementara saudara laki-lakinya ikut bergabung untuk membantu ekspansi perusahaan ke berbagai negara.