Pekerja Freelance Waspadai Blurred Boundary yang Bisa Sebabkan Tubuh Berhenti Kerja Namun Pikiran Tetap Kerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 2 Januari 2026 | 11:17 WIB
Blurred boundary terjadi ketika batas kehidupan kerja dan kehidupan pribadi menjadi kabur. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Blurred boundary terjadi ketika batas kehidupan kerja dan kehidupan pribadi menjadi kabur. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Pekerja freelance atau yang bekerja dengan sistem remote working, tidak selalu nyaman dalam fleksibilitas waktu. Apalagi jika tidak bisa mengelola waktu dengan baik, kamu bisa mengalami blurred boundary.

Blurred boundary adalah istilah yang merujuk pada batas yang tidak lagi jelas atau tegas antara dua peran, ruang, fungsi, atau konteks yang sebelumnya terpisah dengan jelas.

Akibatnya, terjadi tumpang tindih yang membuat individu atau organisasi sulit membedakan “kapan, di mana, dan sebagai apa” mereka beroperasi.

Istilah ini banyak digunakan dalam psikologi, dunia kerja, sosiologi, dan studi organisasi, dengan makna yang disesuaikan konteksnya.

Dalam dunia kerja, blurred boundary menggambarkan kaburnya batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.

Secara klasik, kerja memiliki batas yang cukup tegas terkait dengan:

  • Waktu: jam kerja vs jam pribadi.
  • Ruang: kantor vs rumah.
  • Peran: karyawan vs individu privat.

Baca Juga: 82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga

Ketika ketiga batas itu kabur atau tidak jelas, maka muncullah blurred boundary. Contoh yang paling konkret yang seperti kasus yang sering dialami. Misal:

1. Boundary waktu (time boundary)

  • Kerja malam dan akhir pekan menjadi normal;
  • Sulit benar-benar “off”;
  • Istirahat dianggap kurang komitmen.

2. Boundary ruang (spatial boundary)

  • Rumah berubah menjadi kantor permanen;
  • Tidak ada ruang khusus untuk recovery mental;
  • Otak tetap dalam work mode.

3. Boundary peran (role boundary)

  • Peran profesional bercampur dengan peran sosial atau personal;
  • Atasan menuntut loyalitas emosional, bukan profesional;
  • Karyawan diminta menjalankan fungsi di luar kompetensinya.

4. Boundary psikologis (psychological boundary)

  • Rasa bersalah saat tidak merespons;
  • Pikiran kerja terus aktif di luar jam kerja;
  • Sulit menikmati waktu pribadi tanpa gangguan mental.

Faktor Penyebab Utama 

Ada sejumlah faktor utama penyebab blurred boundary yang di antaranya sangat relate dengan kecenderungan gaya kerja saat ini, yaitu:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X