Beberapa alasan kuatnya antara lain:
• Peran yang kompleks. Di Marty Supreme, ia memerankan sosok Marty yang ambisius, menyebalkan, tapi tetap menawan. Para juri Oscar cenderung menyukai akting yang berkarakter kuat dan nyentrik.
• Etos kerja yang tinggi. Melalui video yang sempat viral di TikTok, Chalamet mengaku bahwa perannya kali ini adalah performa terbaiknya sejauh ini. Ia menekankan betapa kerasnya disiplin yang ia terapkan selama delapan tahun terakhir di dunia akting.
Baca Juga: Langkah Kunci agar Strategi Lead Generation Kamu Berhasil dan Mendapatkan Pelanggan Setia
• Modal kemenangan sebelumnya. Bulan ini saja, Chalamet sudah menyapu bersih penghargaan Best Actor di Golden Globes dan Critics Choice Awards.
Biasanya, kemenangan di dua ajang ini menjadi sinyal kuat untuk membawa pulang piala Oscar.
Persaingan yang sengit
Tentu saja, para pesaing Chalamet kali ini tidak bisa diremehkan. Leonardo DiCaprio tampil luar biasa dalam One Battle After Another, sementara Michael B. Jordan mengambil risiko besar dengan memerankan karakter saudara kembar dalam Sinners.
Wagner Moura berhasil menghidupkan film The Secret Agent dengan karisma yang kuat dan misterius. Sementara itu, Ethan Hawke seolah menumpahkan seluruh jiwa dan emosinya ke dalam setiap kata yang ia ucapkan sebagai Lorenz Hart, penulis lirik yang penuh keputusasaan di film Blue Moon.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan THR PNS, TNI, Polri Cair 26 Februari 2026, Pegawai Swasta Kapan?
Namun, film-film mereka dianggap lebih condong ke arah film ensemble (berbagi peran utama), sementara Chalamet benar-benar menjadi pusat perhatian di Marty Supreme.
Bagi Timothée Chalamet, film ini berkisah tentang mengejar impian. Ia mengerahkan segalanya untuk memastikan karya ini sampai ke penonton dengan cara yang paling baik.
Kalau ia benar-benar menang di Academy Awards 2026 yang diadakan di Dolby Theatre, Los Angeles, 15 Maret nanti, itu akan menjadi penegasan bahwa kerja keras dan ambisinya yang besar memang membuahkan hasil yang sepadan.