Keberanian dalam mengambil keputusan
Ternus dinilai sebagai pilihan yang aman di tengah situasi yang genting bagi Apple. Dulu, Tim Cook menggantikan Steve Jobs saat Apple sedang berada di puncak kejayaannya, dan berhasil membangunnya menjadi perusahaan pertama dengan nilai pasar $1 triliun.
Meskipun saat ini Apple masih menjadi raksasa keuangan, pesonanya dianggap tidak sekuat dulu lagi. Sebagai CEO kedelapan Apple, John Ternus memikul tanggung jawab besar, termasuk memperbaiki strategi kecerdasan buatan (AI) Apple yang sempat tertinggal.
The Wall Street Journal menyebutkan bahwa sekarang Apple telah menyerahkan kepemimpinan kepada Ternus yang berlatar belakang teknis. Di tengah dunia yang sedang gila-gilanya dengan AI, Apple bertaruh pada jati dirinya sebagai pencipta barang-barang fisik nomor satu.
Selama ini, Apple tampak menghindari pengeluaran modal yang besar untuk membangun pusat data AI dan memilih untuk menunda pembuatan model AI-nya sendiri. Sebaliknya, Apple bertaruh bahwa konsumen akan menggunakan iPhone dan produk Apple lainnya untuk menjalankan AI.
Maka, memilih Ternus sebagai CEO menunjukkan keyakinan perusahaan bahwa masa depan AI akan dijalankan melalui perangkat keras yang terintegrasi erat, bukan cuma sekadar perangkat lunak.
Ternus diharapkan bisa mengembalikan keberanian dalam mengambil keputusan seperti di era Steve Jobs. Selama ini, Tim Cook dikenal lebih suka melakukan perubahan kecil secara bertahap dalam mengembangkan produk-produk Apple.
Sebagai CEO Apple yang baru, Ternus harus menentukan masa depan Apple dengan penuh nyali, sekuat cara dia mempertahankan warisan masa lalunya.
Namun, Ternus merasa sangat beruntung bisa belajar langsung dari Steve Jobs dan Tim Cook. “Saya sangat optimis tentang apa yang bisa kita capai di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.