Terkait penyelesaian hukum masa lalu
Ngomong-ngomong soal kontroversi, sosok MJ memang selalu jadi sorotan tajam selama puluhan tahun. Mulai dari tuduhan pelecehan seksual di masa lalu hingga klaim-klaim baru dari keluarga Cascio, kehidupan mendiang MJ selalu berada di bawah pengawasan publik.
Proses produksi film pertamanya pun sempat diwarnai isu hukum soal bagaimana tuduhan-tuduhan ini akan digambarkan dalam film.
Pihak Jackson Estate punya aturan ketat soal apa yang boleh dan tidak boleh ditampilkan di film terkait penyelesaian hukum masa lalu. Hal inilah yang bikin penceritaan hidup MJ di layar lebar jadi sangat menantang dan harus sangat hati-hati.
Baca Juga: Meski Terbebani Kesuksesan Film Pertama, Bayu Skak Pede dengan Pesan 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih'
Secara finansial, Lionsgate sedang berada di posisi yang sangat bagus. CEO Jon Feltheimer menyebut kalau kesuksesan film Michael dan film lainnya seperti The Housemaid membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi industri film. Pendapatan mereka pun naik cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Ke depannya, Lionsgate sepertinya ingin terus menjaga momentum ini. Mereka sadar bahwa sekuel harus punya kualitas yang setara atau bahkan lebih baik dari yang pertama agar penonton tetap setia.
Dengan banyaknya bagian hidup MJ yang belum tersentah, rasanya wajar kalau mereka ingin membuat kelanjutannya.