Di situlah, proses di mana para pemain bisa semakin masuk, mendalami, dan menjiwai karakter masing-masing. Setiap pemain saling mengenali, bertukar enerji positif, dan sharing.
“Setiap latihan, selalu ada ilmu baru yang kita pelajari. Ada sesuatu yang baru yang didapat, ‘Oh, sense-nya berasa nih! Vibe-nya mulai dapat. Jadi, ada sukmanya di setiap karakter,” seru pemenang Aktris Terbaik dalam Festival Film Bandung untuk film 3 Srikandi (2016) ini.
Salah satu tantangan yang dirasakan Chelsea sejak awal terlibat adalah keharusan baginya untuk fasih berbahasa Betawi. Hingga kini, ia masih harus terus melatih lafal dan dialek Betawi.
Baca Juga: Ditanya Soal Diselingkuhi Sahabat Sendiri, Dikta Akui Dirinya Tidak Mungkin Bisa Tegar
"Bahasa Betawi bukan bahasa yang aku dan semua pemain gunakan sehari-hari. Jadi, kita semua belajar. Awal-awal, lumayan challenging karena nggak biasa.
“Setiap hari kita latihan agar bisa sesuai karakter. Makin ke sini, kita semakin lancar. Mudah-mudahan, pas di hari pentas, kita bisa sesuai dengan gambaran karakter!" ucapnya.
Selain Chelsea Islan, pementasan Ariyah dari Jembatan Ancol juga menampilkan Mikha Tambayong (Yulia), Ario Bayu (Tambas/Mintario Sasongko), dan Ririn Ekawati (Mak Sabilah).
Selain itu juga Gusty Pratama (Karim/Yudha), Lucky Moniaga (Biqi/Bardi), Derry Oktami (Surya/Cakil), Sarah Tjia (Ipeh/Giwang), Rahayu Saraswati (Tante Mustika), dan Joind Bayuwindanda (Hasan/Barzah/Narator). (Syanne Susita)