“Menggunakan ekspresi yang hanya menggerakkan mata dan otot mata. Ini mungkin momok bagi pemain teater yang biasa bermain dalam dimensi yang lebih besar,” terangnya.
Baca Juga: Tembus Program Discovery, Film “Budi Pekerti” Akan Gelar Pemutaran Perdana di TIFF 2023
Namun, Ine tetap mengungkapkan kepeduliannya pada pesan film yang ingin disampaikan melalui sosok guru yang menjadi korban perundungan.
“Kita seringkali menemukan netizen yang kadang sikapnya seperti menjadi raja dan Tuhan. Men-judge siapapun yang dirasa bersalah, sampai mereka harus tercabut dari lingkungan sosialnya,” tukasnya.
Film Budi Pekerti merupakan film produksi hasil kerjasama Rekata Studio dan Kaninga Pictures, dengan dukungan KG Media, Hwallywood, Momo Films, dan Masih Belajar. (Syanne Susita)