Sindrom Nasi Goreng Bikin Seorang Pemuda Tewas Usai Makan Makanan yang Dipanaskan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 November 2023 | 20:22 WIB
Ilustrasi: Sindrom nasi goreng berkaitan dengan makanan yang dipanaskan, dan dibiarkan di suhu ruangan dalam waktu lama. (Freepik)
Ilustrasi: Sindrom nasi goreng berkaitan dengan makanan yang dipanaskan, dan dibiarkan di suhu ruangan dalam waktu lama. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di TikTok sedang viral sebuah video yang menceritakan ulang kasus pemuda berusia 20 tahun yang meninggal pada tahun 2008 akibat makan makanan yang dipanaskan. Kondisi itu disebut "sindrom nasi goreng".

"Sindrom nasi goreng" adalah kondisi yang mengacu pada keracunan makanan akibat bakteri yang disebut Bacillus cereus. Bakteri ini muncul pada makanan yang dipanaskan, dan dibiarkan dalam suhu ruangan terlalu lama.

Pemuda tersebut dikabarkan meninggal setelah dilaporkan memakan spaghetti yang ia masak, ditinggalkan di luar, lalu dipanaskan kembali dan dimakan lima hari kemudian.

Baca Juga: Menanti Putusan MKMK Atas Perkara Etik Hakim MK Anwar Usman

Faktanya, meski jarang menyebabkan kematian, Bacillus cereus dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika makanan tidak disimpan dengan benar.

Apa itu Baccilus cereus?

Ini adalah bakteri yang umum ditemukan di seluruh lingkungan. Namun, bakteri ini mulai menimbulkan masalah jika masuk ke dalam makanan tertentu yang dimasak dan tidak disimpan dengan benar.

Makanan bertepung, seperti nasi dan pasta, sering kali menjadi penyebabnya. Namun, bakteri itu juga dapat mempengaruhi makanan lain, seperti sayuran yang dimasak dan hidangan daging.

Semakin lama makanan yang seharusnya disimpan di lemari es disimpan di suhu ruangan, maka semakin besar kemungkinan bakteri tersebut tumbuh.

Bacillus cereus menjadi masalah karena ia memiliki trik yang tidak dimiliki oleh bakteri lain, yaitu menghasilkan sejenis sel yang disebut spora, yang sangat tahan terhadap pemanasan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Executive Assistant Manager - Incharge F & B - Gran Melia Jakarta

Jadi, meskipun makanan yang dipanaskan menggunakan suhu tinggi dapat membunuh jenis bakteri lain, cara itu mungkin tidak akan memberikan efek yang sama jika makanan sudah terkontaminasi Bacillus cereus.

Spora ini pada dasarnya tidak aktif, tetapi jika diberi suhu dan kondisi yang tepat, mereka dapat tumbuh dan menjadi aktif. Saat itulah mereka mulai memproduksi racun yang membuat orang yang memakannya tidak sehat.

Gejala “sindrom nasi goreng”

Gejala infeksi Bacillus cereus termasuk diare dan muntah. Namun, sebenarnya ada dua jenis infeksi Bacillus cereus: Pertama, biasanya berhubungan dengan diare; kedua, berhubungan dengan muntah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Channel News Asia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X