Separuh dari Pekerja Shift Malam Mengalami Masalah Kelainan Tidur, Kebanyakan Karyawan Muda

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Desember 2023 | 12:49 WIB
Ilustrasi: Separuh dari pekerja shift malam mengalami setidaknya satu gangguan tidur, seperti insomnia. (Unsplash/mariogogh)
Ilustrasi: Separuh dari pekerja shift malam mengalami setidaknya satu gangguan tidur, seperti insomnia. (Unsplash/mariogogh)

Para peneliti mengakui, masyarakat modern sering harus bekerja sampai malam. Oleh karena itu peneliti meminta para pemberi kerja untuk lebih memperhatikan dampak kesehatan.

“Sebaiknya lakukan shift bergilir, terutama jadwal kerja bergilir yang dipercepat, dengan periode kerja malam sesingkat mungkin, dan banyak hari istirahat.

“Hal ini di antaranya untuk memulihkan akumulasi kekurangan tidur,” tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.

Perlu diketahui, pengumpulan data ini berdasarkan pelaporan mandiri, bukan analisis tidur yang dilakukan di laboratorium. Data tersebut berasal dari orang-orang yang menanggapi seruan di surat kabar.

Data tidak membuktikan bahwa bekerja shift malam secara langsung menyebabkan masalah kelainan tidur. Namun, statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara keduanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: US News, Science Alert

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X