Petugas KPPS Meninggal Dunia, Seberapa Berat Kerja Tim KPPS?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 16 Februari 2024 | 12:30 WIB
Ilustrasi Pemilu 2024. Seorang anggota KPPS di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor meninggal usai bertugas. (Arifin)
Ilustrasi Pemilu 2024. Seorang anggota KPPS di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor meninggal usai bertugas. (Arifin)

 

PejuangKantoran.com - Setidaknya tiga orang petugas KPPS meninggal dunia saat menjalankan tugasnya, kemungkinan diduga kelelahan

Mungkin tak banyak yang melihat sendiri bagaimana pekerjaan petugas KPPS. Hanya saja, pada kenyataannya, pekerjaan mereka tak dimulai saat pencoblosan. Akan tetapi dimulai dari beberapa waktu sebelum pencoblosan dimulai. 

Nida Rohmawati, Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes RI mengungkapkan bahwa belajar dari kasus banyaknya petugas KPPS yang meninggal di Pemilu 2019 lalu, mereka memperketat seleksi petugas KPPS. 

 

"KPPS ini orang-orang yang menyediakan diri sebagai volunter untuk penyediaan Pemilu. Pekerjaannya lumayan berat," kata dia saat Kemencast beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Batal Konser di GBK, Konser Ed Sheeran di Jakarta Pindah Ke JIS

"Dia juga mengalami risiko sebagai pekerja, fisik, mental, sosial. Jadi harus perhatikan betul selama penyelenggaran pemilu betul-betul dijaga, baik berasal dari dirinya, lingkungan, dan jenis pekerjaannya."

"Yang kita tahu ada anggota KPPS yang sakit dan meninggal. Maka, sebagai pekerja apa yang harus dipenuhi agar mereka tetap sehat."

Oleh karenanya, Nida juga mengungkapkan bahwa petugas KPPS juga harus dipenuhi haknya sebagai seorang pekerja, termasuk fasilitas di tempat penyelenggaraan. Misalnya, lokasi TPS punya ventilasi yang baik, ada akses ke tempat pembuangan sampah, cukup minum, cukup makan, dan bebas stres. 

"Sejak 2019 itu kan berbeda ya. Biasanya hanya memilih presiden dan wakilnya. Tapi pemilu terakhir itu juga ada pilihan caleg. Karena disatukan dengan caleg, maka beban kerjanya itu sangat berat."

Baca Juga: Jepang Luncurkan Visa Digital Nomad bagi Pelancong yang Ingin Bekerja dari Jepang selama 6 Bulan

"Terdata setidaknya ada 894 orang panwaslu kpps, tni/polri meninggal dan 5175-6020 orang sakit. Jumlah ini jadi catatan yang tidak ingin terjadi lagi."

Nida menyebut bahwa semua ini mungkin terjadi karena usia, kebiasaan merokok dan minum alkohol, dan jam kerja di atas 20 jam sehari, komorbid atau penyakit penyerta yang tidak terkontrol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X