Tukang Lembur dan Si Workaholic Wajib Waspada, Kelamaan Bekerja Bisa Bikin Cedera!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 Januari 2024 | 10:10 WIB
Mengenal Workaholic, Orang yang 'Gila Kerja', Ini Dampak Positif dan Negatifnya (freepik/pressfoto)
Mengenal Workaholic, Orang yang 'Gila Kerja', Ini Dampak Positif dan Negatifnya (freepik/pressfoto)

PejuangKantoran.com -  Apakah kamu termasuk salah satu tukang lembur yang workaholic

Dalam dunia kerja yang dinamis saat ini kebanyakan orang menghabiskan seperempat hingga sepertiga waktu mereka untuk bekerja dan menjadi workaholic. 

Berdasarkan laporan Indikator Pasar Tenaga Kerja Indonesia, 28.42 persen pekerja perkotaan bekerja dengan jam kerja berlebih alias jadi tukang lembur dan workaholic. 

Parahnya lagi dari jumlah tersebut, 44.08 % bekerja 35-48 jam per minggu, sementara 28,42% lainnya bekerja lebih dari 49 jam per minggu.

Baca Juga: Buat yang Mau Kerja di Fintech, Indosat Ooredoo Hutchison Buka Lowongan Kerja Copywriter (Contract based)

Selain bisa bikin kamu burnout, kerja berlebihan juga menyebabkan bahaya di area lain. 

Survei Logitech mengungkapkan bahwa pekerja yang duduk terus-menerus, selalu di depan komputer, dengan rata-rata 6 jam atau lebih per hari bisa berbahaya untuk kesehatan.

Apalagi diiringi melakukan gerakan yang berulang, maka akan berisiko mengalami Cedera Regangan Berulang atau Repetitive Strain Injury (RSI) karena postur tubuh yang buruk.

RSI adalah suatu kondisi saat melakukan gerakan yang sama berulang kali dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan mengurangi fungsionalitas di tendon dan otot.

Baca Juga: Cara Mengatasi Rasa Takut Bertanya Saat Meeting (Tenang, Karyawan Senior pun Banyak yang Mengalami!)

RSI dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan ketegangan pada tangan, pergelangan tangan, siku, lengan, bahu, dan leher, belum lagi ketegangan pada mata, yang dapat menyebabkan permasalahan penglihatan dan rasa pusing pada kepala.

Selain itu, pekerja di kantor yang mengalami nyeri pergelangan tangan saja biasanya berdampak pada pengurangan produktivitas hingga 15%.

“Untuk mencegah dan mengurangi cedera RSI, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan pengaturan ruang kerja yang ergonomis. Ergonomi adalah studi berbasis data mengenai manusia dan lingkungan kerja mereka dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas postur tubuh, efektivitas, dan kenyamanan pekerja,” ungkap Michael Long, Southeast Asia 2 B2B Lead Logitech.

Baca Juga: Mau Punya ATK Mahal? Prada Buat Paperclip Mewah Seharga Rp6,8 Juta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X