PejuangKantoran.com - Pernah nggak sih, setelah makan kenyang tiba-tiba kamu jadi ngantuk berat? Mungkin kamu pikir itu karena tubuhmu butuh istirahat setelah kerja keras mencerna makanan.
Ternyata, ada penjelasan ilmiah mengapa kamu jadi mengantuk setelah makan banyak. Koma makanan ―rasa mengantuk, dan sedikit kekenyangan setelah makan kenyang― juga dikenal dengan istilah postprandial somnolence.
Menurut Dr. Deepinder Goyal, ahli gastroenterologi di Gastro Health di Orlando, Florida, mengonsumsi obat penenang seperti alkohol, makan makanan yang kaya triptofan atau dalam porsi besar dapat memicu koma makanan.
Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Muncul Tulisan “Product Deactivated” di Microsoft 365 Office
Ketika kita mengantuk setelah makan besar, hal itu berkaitan dengan proses pencernaan makanan. Ketika kita makan, tubuh akan mengalirkan darah lebih banyak ke sistem pencernaan untuk memproses semua makanan tersebut.
Hal ini menyebabkan pasokan darah ke otak sedikit berkurang. Dampaknya, otak kita jadi kurang "terstimulasi" dan kita mulai merasa lelah atau mengantuk.
"Semakin besar makanannya, semakin banyak darah Anda yang mengalir ke usus untuk membantu pencernaan. (Karena) Darah di otak lebih sedikit, jadi Anda merasa lebih mengantuk," sambung Dr. Rich Joseph dari Brigham and Women’s Hospital di Boston.
Produksi serotonin
Selain itu, ada juga faktor makanan yang kita makan. Ketika makan besar, kita cenderung mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein.
Makanan-makanan ini bisa memengaruhi produksi hormon di dalam tubuh, salah satunya serotonin. Serotonin adalah hormon yang berperan dalam mengatur mood, tidur, dan rasa nyaman.
Baca Juga: Cara Membeli Produk Asuransi melalui Aplikasi BRImo, Tak Perlu Datang ke Kantor Cabang!
Ketika kadar serotonin meningkat, kita bisa merasa lebih rileks dan mengantuk. Bahkan, serotonin ini adalah prekursor dari melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur kita.
Ketika kita makan makanan berkarbohidrat tinggi (seperti nasi atau pasta), tubuh akan melepaskan insulin. Insulin ini berfungsi untuk membantu tubuh menyerap gula dari makanan.
Saat insulin dilepaskan, ia juga dapat merangsang produksi asam amino tertentu, seperti triptofan. Triptofan ini akhirnya membantu produksi serotonin, yang membuat kita merasa lebih tenang dan mengantuk.
"Makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi cenderung menyebabkan lebih banyak lonjakan dan penurunan gula darah berikutnya," kata Dr. Joseph.
Artikel Terkait
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
10 Hobi yang Bisa Kamu Cantumkan Dalam Resume dan Bisa Membuka Peluang
Ikuti 8 Tips Berikut Ini Agar Kemampuan Menulis Email Kamu Meningkat Pesat
Jika Ketemu Tugas yang Tidak Kamu Suka, Just Eat The Frog Maka Duniamu Akan Lebih Menyenangkan!
Langkah-Langkah Membuat Ringkasan Rapat yang Sempurna. Apa Peran AI di Sini?
10 Christmas Market Terbesar di Dunia, Wajib Dikunjungi Kalau Lagi Liburan Natal di Eropa
Gaji Rata-Rata di Eropa: Negara Mana yang Beri Gaji Paling Tinggi?