Jangan Normalisasi dan Sepelekan Overthinking. Kenali Gejala-Gejalanya Demi Kesehatanmu!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:35 WIB
Kenali gejala-gejala overthinking sebelum telat. (Freepik)
Kenali gejala-gejala overthinking sebelum telat. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Pernahkah kamu mengalami atau menjumpai orang yang berkeluh-kesah seperti ini “Duh, besok kalau gua grogi pas wawancara, terus gagal, gimana, ya?” Atau “Kayaknya benjolan di tanganku makin gede, deh, dua kali lipat dari kemarin.” Dan sebagainya.

Kalimat-kalimat yang senada seperti ini dan muncul berulang dari orang yang sama adalah kalimat yang muncul dari pikiran yang overthinking atau pikiran yang berlebihan.

Overthinking adalah kebiasaan memikirkan sesuatu secara negatif dan berlebihan, berulang-ulang, dan tanpa henti. Overthinking ini jangan disepelekan dan dinormalisasi.

Overthinking dapat membuatmu stres dan bisa berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani secara umum.

Kesehatan fisik yang bisa terdampak adalah:

  • Stres: Overthinking bisa menyebabkan stres kronis yang dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, masalah pencernaan, dan kelelahan.
  • Hormon: Overthinking bisa mendorong hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang dapat merusak tubuhmu seiring waktu. Kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
  • Tidur: Overthinking dapat mengganggu pola tidur kamu yang menyebabkan insomnia.

Sementara dari kesehatan mental, overthinking bisa menyebabkan:

  • Kecemasan dan depresi: Overthinking dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, OCD, gangguan panik, PTSD, dan kecemasan sosial.
  • Pengambilan keputusan: Overthinking dapat membuat seseorang jadi sulit dalam mengambil keputusan. Ini artinya, memengaruhi kemampuan kamu dalam memenuhi tanggung jawab.
  • Hubungan: Overthinking dapat menimbulkan ketidakpercayaan dalam hubungan dan mengubah hubungan yang sehat menjadi hubungan yang toxic.

 Baca Juga: Jangan Selalu Overthinking, Ini Cara Mengatasi Rasa Takut Dikritik

Tanda-Tanda Overthinking

Agar tidak terjebak ke menjadi seseorang yang overthinking, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu gejala-gejala atau tanda-tandanya seperti yang disampaikan di laman betterup.com.

Sulit memikirkan hal lain kecuali yang kamu pikirkan secara berlebihan (overthinking): Coba perhatikan, apakah kamu selalu memulai harimu dan mengakhirinya dengan selalu penuh dengankekhawatiran dalam benakmu? Jika iya, berarti kamu sudah mengalami overthinking. Pikiran-pikiran seperti ini sangat mengganggu dan sudah pasti menguras tenagamu hingga mengganggu pekerjaan dan hubungan.

Kamu hanya fokus pada hal-hal yang tidak bisa kendalikan: Kadang keberhasilan atau kegagalan dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kendalimu. Jika kamu hanya memikirkan hal-hal yang di luar kendali kamu dan menghindari untuk memilih opsi yang bisa kamu lakukan, maka kamu sudah mengalami overthinking.

Meragukan keputusanmu sendiri: Setelah kamu membuat keputusan, lalu kemudian kamu terlalu banyak berpikir hingga timbul keraguan diri tentang keputusanmu, kamu sudah mulai overthinking.

Kamu merasa lelah mental: Overthinking menciptakan lingkaran umpan balik negatif yang menguras energi mental kamu. Pikiran kamu hanya berputar soal keputusan yang akan kamu buat dan hasilnya yang malah membuatmu merasa cemas dan tidak dapat memutuskan.

Kamu tidak bisa santai: Jika kamu cenderung terlalu banyak berpikir, mungkin kamu malah akan menjadi stres yang signifikan dan mengalami ketegangan di seluruh tubuh. Rahang dan bahumu terasa menegang yang pada akhirnya dapat mengganggu tidurmu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: betterup.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X