Mengapa Minum Kopi dari Mesin Kopi di Kantor Diam-diam Bisa Meningkatkan Kolesterol?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Maret 2025 | 14:50 WIB
Ilustrasi: Kopi yang dibuat dengan mesin kopi otomatis di kantor ternyata bisa bikin kolesterol naik.  (Freepik/Prostooleh)
Ilustrasi: Kopi yang dibuat dengan mesin kopi otomatis di kantor ternyata bisa bikin kolesterol naik. (Freepik/Prostooleh)

PejuangKantoran.com - Ngopi di kantor sudah jadi kebiasaan wajib yang nggak boleh terlewatkan. Pagi-pagi sebelum mulai kerja, atau pas lagi rehat dari deadline, kita pasti mampir ke pantry buat ngambil secangkir kopi dari coffee maker otomatis. 

Namun, ternyata ada kabar kurang enak nih. Menurut riset terbaru dari Uppsala University dan Chalmers University of Technology di Swedia, kopi dari mesin kopi kantor bisa diam-diam bisa bikin kolesterol naik!

Para peneliti ini menguji kopi dari 14 mesin kopi di fasilitas kesehatan di Swedia. Fokus mereka ada pada dua senyawa alami dalam kopi, yaitu cafestol dan kahweol. Kedua senyawa ini dikenal sejak 1990-an sebagai biang kerok naiknya LDL alias kolesterol jahat.

Baca Juga: Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025, Delapan Kali Berturut-turut!

Biasanya sih, kalau kita minum kopi yang disaring pakai kertas, senyawa ini kejebak di filternya. Tetapi mesin kopi kantor, yang memakai filter logam, justru membiarkan dua senyawa itu lolos masuk ke dalam cangkir kita.

“Mesin kopi kantor bisa punya kandungan cafestol hingga 176 mg per liter, sedangkan kopi dengan filter kertas cuma sekitar 12 mg per liter. Itu bedanya jauh sekali!” kata Dr. Rikard Landberg dari Chalmers University, salah satu peneliti studi ini.

Buat yang di kantornya kopi sudah menjadi budaya (seperti di negara-negara Nordik), efeknya bisa lumayan mengkhawatirkan. Bayangkan, kalau setiap hari minum tiga cangkir kopi dari mesin kopi selama bertahun-tahun, pelan-pelan kolesterol naik tanpa disadari.

Tetapi jangan panik dulu. Mereka juga menghitung, kalau kita ganti tiga cangkir kopi mesin dengan kopi yang disaring pakai kertas, lima hari seminggu, LDL kolesterol bisa turun sekitar 0,58 mmol/L.

“Penurunan ini setara dengan efek negatif dari menambahkan dua ons krim kental ke tiap cangkir kopi kamu. Jadi dampaknya memang cukup besar kalau dilakukan terus-menerus,” gitu kata Dr. Landberg.

Yang bikin tambah menarik, ternyata jenis mesin kopi juga pengaruh. Mesin kopi brewing (yang bikin kopi dalam 10-30 detik lewat air panas dan filter logam) punya kadar cafestol tertinggi.

Baca Juga: PT Tokai Kagu Indonesia Tutup dan PHK 200 Karyawan, Menyusul 9 Perusahaan Lain yang Gulung Tikar

Sedangkan coffee maker model cairan, yang mencampur konsentrat kopi dengan air panas, punya kadar yang lebih rendah, hampir setara dengan kopi yang disaring kertas. Jadi kalau kantor kamu pakai mesin cairan, mungkin bisa agak lega.

Oh ya, mereka juga coba membandingkan dengan metode seduh di rumah. Kopi French press dan percolator punya kadar diterpene sedang (sekitar 90 mg/L), sedangkan espresso bisa variatif banget. Ada yang sampai 2447 mg/L!

Yang paling simpel? Filter! Bahkan, saat mereka menyaring kopi yang sudah direbus dengan saringan kain “sock” (sejenis kain poliester dua lapis), kadar cafestol-nya turun drastis dari 939 mg/L jadi cuma 28 mg/L. Jadi intinya, filtrasi itu penting banget.

Kesimpulannya, kopi tetap aman dikonsumsi, asal disaring dengan benar. Kalau kamu pecinta kopi sejati dan tiap hari ngopi di kantor, mungkin ada baiknya mulai berpikir untuk pilih kopi dengan filter kertas atau minimal liquid coffee machine.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Studyfinds

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X