PejuangKantoran.com - Momen Idul Adha memang selalu identik dengan hidangan berbahan dasar daging kurban. Mulai dari sate, gulai, tongseng, sampai rendang, semua jadi sajian utama di meja makan.
Rasanya hampir setiap hari kamu akan bertemu daging, kan? Tapi, seberapa banyak sih sebenarnya daging kurban boleh dikonsumsi dalam sehari?
Menurut Asri Arumawati, ahli gizi dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, daging kurban—baik sapi maupun kambing—adalah sumber nutrisi yang sangat bermanfaat buat tubuh. Di dalamnya ada protein, lemak, asam lemak, zinc, vitamin B12, fosfor, kalium, hingga zat besi dan selenium. Semua zat ini penting banget untuk menjaga tulang, gigi, dan mencegah anemia.
Baca Juga: Lowongan Kerja di PT Djarum untuk Posisi Computer User Support, Bisa untuk Fresh Graduate
Tapi meski kandungannya lengkap, bukan berarti kamu bisa makan sebanyak-banyaknya. Asri mengingatkan bahwa konsumsi daging tetap harus dibatasi. Idealnya, kamu hanya makan sekitar 2 porsi sehari—setara 130 gram—dan cukup 3 sampai 4 kali dalam seminggu, atau sekitar 700 gram per minggu.
Konsumsi Berlebihan Bisa Picu Masalah Kesehatan
Sayangnya, banyak orang justru kalap saat stok daging melimpah. Dalam sehari bisa makan 3-4 porsi sekaligus, apalagi kalau dagingnya diolah terus-menerus sampai habis. Padahal, makan daging merah secara berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti jantung, stroke, dan hipertensi.
Asri juga menjelaskan bahwa daging—terutama bagian yang berlemak—mengandung lemak jenuh tinggi yang bisa menumpuk sebagai plak di pembuluh darah. Efek jangka panjangnya cukup serius, tapi gejala awalnya mungkin cuma kamu rasakan sebagai pusing atau mual, terutama kalau kamu makan daging barengan dengan santan, minyak, atau kecap manis.
Baca Juga: Batik Parang Kaliurang 'Limited Edition', UMKM Binaan Desa BRILiaN dari Kalurahan Hargobinangun
Perhatikan Juga Cara Memasaknya
Nggak cuma soal jumlah, cara mengolah daging juga perlu kamu waspadai. Metode memasak seperti dibakar atau dipanggang—misalnya untuk sate—bisa menghasilkan zat karsinogenik yang bisa memicu kanker jika dikonsumsi terlalu sering.
“Bayangin aja, sekali makan bisa 10 tusuk sate, besoknya nyate lagi,” ujar Asri. Zat-zat dari proses pembakaran ini memang berisiko kalau dikonsumsi terus-menerus.
Baca Juga: Belajar dari Job Fair Bekasi, Pramono Anung Sebut Pemprov DKI Atur Ulang Cara Umumkan Lowongan
Jadi, Gimana Cara Menikmati Daging Kurban dengan Sehat?
Daging kurban itu sebenarnya sumber gizi yang sangat baik, asal kamu tahu cara menikmatinya dengan bijak. Berikut beberapa tipsnya:
-
Batasi konsumsi: Maksimal 130 gram per hari.
-
Variasikan menu: Jangan cuma daging, padukan dengan sayuran dan sumber serat lainnya.
Artikel Terkait
Tidur Setelah Tengah Malam Tak Baik, Tapi Ada yang Bisa Kamu Lakukan agar Tetap Lebih Sehat
Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman
Bermain Ponsel Menjelang Tidur Risiko Kena Insomnia Bisa Naik Hingga 59 Persen!
Bukan Cuma Lansia, Anak Muda Juga Rentan Osteoporosis, Ini Cara Mencegahnya!
6 Karakter Orang yang Selalu Tawarkan Tempat Duduknya di Transportasi Umum, Bukan Cuma Sekadar Baik!
Orang yang Bangun Pagi dan Bangun Siang Tak Perlu Dibandingkan, Masing-Masing Ada Plus Minusnya!
5 Teknik Mindfulness ala Korea untuk Menenangkan Pikiran, Salah Satunya melalui Upacara Minum Teh
Kasus Covid-19 Naik, Menkes: Varian Tidak Mematikan, Masyarakat Tak Perlu Panik
Vape Tak Lebih Sehat dari Rokok Tembakau, Justru Bisa Lebih Berbahaya. Ini Buktinya!