Etika Berteman di Usia Dewasa, Harus Lebih Memahami, Santai, dan Saling Mengerti

photo author
Sigit Triwahyu, Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 23 Juli 2025 | 14:10 WIB
Menjaga persahabatan dan pertemanan hingga deasa adalah penting. (Google Gemini)
Menjaga persahabatan dan pertemanan hingga deasa adalah penting. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Berteman saat sudah dewasa memang terasa berbeda dibandingkan masa sekolah dulu.

Jadwal yang padat, fase hidup yang berbeda, dan komunikasi yang kadang mandek bikin hubungan pertemanan jadi rumit.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa tetap punya hubungan yang sehat dan menyenangkan dengan teman-teman.

Tetap menjaga pertemanan di usia dewasa akan banyak memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani (fisik) maupun rohani (mental) kamu.

Menurut Mayo Clinic dalam laman mereka, manfaat pertemanan dapat:

  • Meningkatkan rasa keterikatan, rasa memiliki, dan tujuan hidupmu;
  • Meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stresmu;
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirimu;
  • Membantu kamu mengatasi masa-masa sulit, seperti perceraian, penyakit serius, kehilangan pekerjaan, atau kematian orang terkasih;
  • Mendorong kamu mengubah atau menghindari kebiasaan yang tidak sehat, misal kebiasan minum alkohol atau malas berolahraga.

Baca Juga: 7 Alasan Berteman di Usia 20-an dan 30-an Berbeda, Salah Satunya Tandanya Circle Pertemanan yang Semakin Kecil

Oleh karena, wajib bagi kamu untuk menjaga etika pertemanan agar pertemananmu awet dan sehat. Berikut beberapa tips bijak untuk menjaga etika berteman di usia dewasa.

  1. Saat merasa dikucilkan, coba tanyakan diri sendiri

Pernahkah kamu lagi makan bersama teman-teman, lalu mereka ngobrol soal kegiatan seru yang ternyata kamu nggak diajak? Rasanya nyesek, ya.

Namun, sebelum buru-buru menyimpulkan bahwa kamu sengaja dikucilkan, coba tanya dulu ke diri sendiri, “Aku sedih karena nggak diajak atau aku memang ingin ikut kegiatan itu?”

Kadang-kadang, teman kamu tak bermaksud jahat. Mungkin mereka tak sadar kamu tertarik atau berpikir kamu lagi sibuk.

Kalau kamu benar-benar ingin gabung, langsung bilang saja. Sederhana, tetapi bisa membuka jalan untuk lebih dekat.

  1. Teman susah balas chat, jangan langsung negative thinking

Salah satu hal yang paling bikin frustrasi adalah saat pesan kamu diabaikan.

Namun, ingatlah kalau hidup teman kamu mungkin penuh dengan urusan, mulai dari pekerjaan, anak, urusan rumah, dan sebagainya. Jadi, bukan berarti teman kamu tidak peduli.

Daripada baper duluan, coba kirim pesan follow-up yang santai. Kadang orang memang lupa dan reminder kecil itu bisa sangat membantu tanpa membuat canggung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Mayo Clinic, Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X