Begitu Pentingnya Pertemanan, Berikut Ini Arti Pertemanan Dalam Pandangan Filsuf dan Pakar Kesehatan.

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 28 Juli 2025 | 14:13 WIB
Pertemana atau persahabatan itu secara filosaosfi dan kesehatan, jelas bermanfaat bagi kamu. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)
Pertemana atau persahabatan itu secara filosaosfi dan kesehatan, jelas bermanfaat bagi kamu. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)

Pejuangkantoran.comZoon politikon atau manusia adalah makhluk sosial. istilah yang diperkenalkan oleh filsuf Yunani kuno, Aristoteles ini menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri.

Mereka akan selalu cenderung membentuk kelompok, berorganisasi, dan hidup dalam masyarakat. Karena itu, manusia secara kodrati cocok untuk hidup bersama orang lain, menetapkan aturan, dan menjalankan kehidupan sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, salah satu bagian dari kehidupan sosial manusia adalah teman.

Menurut Aristoteles, teman adalah kebutuhan penting bagi manusia. Dalam karya filsafatnya yang berjudul Nicomachean Ethics (Etika Nikomachea), Aristoteles secara eksplisit menyatakan bahwa persahabatan (philia) adalah unsur esensial dalam kehidupan yang baik dan bahagia (eudaimonia).

Nicomachean Ethics adalah buku yang membahas bagaimana manusia dapat hidup dengan baik dan mencapai eudaimonia. Ini adalah istilah Yunani yang sering diterjemahkan sebagai kebahagiaan, kesejahteraan, atau hidup yang bermakna.

 Baca Juga: 7 Alasan Berteman di Usia 20-an dan 30-an Berbeda, Salah Satunya Tandanya Circle Pertemanan yang Semakin Kecil

Teman Dalam Pandangan Filsuf

Menurut Aristoteles, arti teman adalah:

  • Manusia membutuhkan teman untuk hidup yang baik
    Aristoteles percaya bahwa bahkan orang yang paling bijak dan mandiri pun tetap membutuhkan teman, karena:
    1. Manusia adalah zoon politikon, makhluk sosial.
    2. Kebahagiaan sejati melibatkan berbagi hidup dengan orang lain.
  • Persahabatan sebagai bagian dari kebajikan
    Persahabatan menurut Aristoteles tidak hanya menyenangkan, tapi juga merupakan ekspresi kebajikan (virtue). Orang baik akan memiliki teman yang juga baik, dan persahabatan itu membantu keduanya menjadi lebih baik.
  • Tiga jenis persahabatan menurut Aristoteles:
    1. Persahabatan karena kegunaan (utility): Teman karena saling menguntungkan.
    2. Persahabatan karena kesenangan (pleasure): Teman karena menyenangkan satu sama lain.
    3. Persahabatan karena kebaikan (virtue): Persahabatan tertinggi, didasarkan pada saling menghargai karakter dan kebajikan masing-masing.
  • Teman sebagai cermin diri
    Aristoteles menulis bahwa teman sejati adalah "cermin bagi diri kita sendiri" — lewat mereka, kita memahami dan mengembangkan karakter kita.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi: Ini Cara Seru Menambah Teman dan Mengisi Waktu Luang

Teman Dalam Pandangan Kesehatan

Dalam artikel berjudul Friendships: Enrich Your Life And Improve Your Health di laman mayoclinic.org, disebutkan bahwa pertemanan/persahabatan bisa membawa dampak besar terhadap kesehatan fisik dan kesejahteraanmu.

Teman/sahabat yang baik juga baik untuk kesehatan fisik dan mental. Tak hanya bermanfaat dalam kegembiraan, mereka juga selalu ada untuk mendukungmu di masa-masa sulit. Teman juga dapat:

  • Meningkatkan rasa keterhubungan, rasa memiliki, dan tujuan hidupmu.
  • Meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stresmu.
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirimu.
  • Membantu kamu melewati masa-masa sulit, seperti perceraian, penyakit serius, kehilangan pekerjaan, atau kematian orang terkasih.
  • Mendorong kamu untuk mengubah atau menghindari kebiasaan yang tidak sehat. Misal, kecanduan alkohol atau tidak berolahraga.

Intinya, teman juga memainkan peran besar dalam kesehatanmu secara keseluruhan. Punya teman bukan hanya pelengkap, tetapi penopang utama kesejahteraan hidup.

Dalam jangka panjang, mereka bukan hanya membuat hari-hari terasa lebih ringan, tapi juga membuat kita hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bahagia. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Mayo Clinic, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X