Jangan Sepelekan Bangun Tidur Mendadak. Berikut Tips Agar Bisa Bangun Tidur yang Aman untuk Sahur

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 15 Februari 2026 | 20:35 WIB
Jangan sepelekan bangun tidur mendadak. Kelola bangun tidurmu untuk sahur dengan baik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Jangan sepelekan bangun tidur mendadak. Kelola bangun tidurmu untuk sahur dengan baik. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagun untuk makan sahur di bulan Ramadhan ini jelas bangun tidur yang secara umum tidak seperti hari-hari lainnya. Kamu harus bangun lebih awal, dan untuk itu umumnya kamu akan memanfaatkan alarm agar bisa melakukan hal tersebut.

Di awal-awal mungkin kamu akan terbangun mendadak karena mendengar alarm yang lebih pagi. Namun, jangan sepelekan bangun tidur mendadak, karena bisa berakibat fatal pada kesehatanmu.

Ini adalah bangun tidur yang membuatmu kamu geragapan. Mungkin karena alarm bangun tidur yang kerasa, atau mendengar suara keras yang membangunkanmu, atau dibangunkan dengan tiba-tiba.

Menurut timeofindia.indiatimes.com, dalam kondisi tubuh tertentu, bangun tidur tiba-tiba seperti ini bisa berakibat fatal pada jantungmu.

Berikut ini penjelasannya:

  1. Aktivasi Sistem “Fight-or-Flight” & Tekanan Darah Meningkat

Bangun secara tiba-tiba mengaktifkan respons fight-or-flight. Respon ini akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah secara cepat.

Sebuah penelitian yang mengevaluasi efek forced awakening (dibangunkan secara paksa) menunjukkan lonjakan tekanan darah pagi yang lebih tinggi dibandingkan bangun alami.

Ini menjadi faktor risiko peristiwa kardiovaskular.

tidurBaca Juga: Jangan Makan 5 Hidangan Ini Saat Makan Malam, Agar Tidur Lebih Nyenyak dan Badan Lebih Sehat

  1. Periode Vulnerabilitas Jantung di Pagi Hari

Beberapa studi epidemiologi menunjukkan bahwa risiko serangan jantung dan stroke cenderung lebih tinggi pada pagi hari setelah bangun (misalnya antara pukul 06:00–12:00).

Ini karena ritme biologis tubuh memengaruhi tekanan darah, hormon, dan pembekuan darah.

  1. “Sleep Inertia” (Inersia Tidur)

Bangun mendadak dapat menyebabkan sleep inertia. Ini adalah keadaan disorientasi, kantuk berat, dan penurunan kemampuan kognitif atau motorik setelah bangun.

Kondisi ini dalam literatur medis disebut sebagai fase transisi dari tidur ke terjaga yang normalnya memakan waktu 15–30 menit.

  1. Gangguan Pola Tidur dan Kualitas Tidur

Bangun secara paksa berulang kali (misal karena alarm yang menyela tidur terlalu dini atau bunyi bising) bisa mengganggu siklus tidur normal. Akibatnya kualitas tidur menurun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, timeofindia.indiatimes.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X