Ini Sayuran yang Paling Baik untuk Otak, Jantung, dan Kesehatan Usus

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi aneka makanan sehat seperti blueberi, ikan, cokelat hitam, sayuran hijau, dan kacang kacangan yang membantu meningkatkan suasana hati. (Magnific)
Ilustrasi aneka makanan sehat seperti blueberi, ikan, cokelat hitam, sayuran hijau, dan kacang kacangan yang membantu meningkatkan suasana hati. (Magnific)

PejuangKantoran.com - Selama ini sayuran dikenal sebagai bagian penting dari pola makan sehat. Namun, dari begitu banyak jenis sayuran yang tersedia, ternyata ada beberapa yang dinilai memiliki manfaat lebih luas untuk kesehatan tubuh, termasuk otak, jantung, dan sistem pencernaan.

Menurut dua ahli diet terdaftar yang dikutip Real Simple, sayuran berdaun hijau menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mendukung ketiga organ tersebut. Sayuran cruciferous, khususnya kecambah brokoli, juga disebut memiliki kandungan senyawa yang sangat potensial untuk kesehatan. 

Menariknya, manfaat sayuran tersebut tidak hanya berasal dari satu jenis vitamin atau mineral. Kandungan serat, vitamin, mineral, polifenol, serta senyawa antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya bekerja secara bersamaan untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.

Baca Juga: Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap

Sayuran Berdaun Hijau Jadi Pilihan Utama

Jika harus memilih satu kelompok sayuran untuk lebih sering dikonsumsi, sayuran berdaun hijau menjadi pilihan yang menonjol.

Kelompok ini mencakup bayam, kale, arugula, Swiss chard, collard greens, daun bit, bok choy, hingga romaine lettuce. Sayuran tersebut kaya akan serat, magnesium, folat, zat besi, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B9, dan vitamin K.

Kandungan magnesium, misalnya, berperan dalam membantu mengatur tekanan darah, menjaga ritme jantung, serta mendukung fungsi energi otak. Sementara vitamin A membantu menjaga integritas lapisan usus.

Zat besi juga penting untuk pembentukan sel darah dan membawa oksigen ke berbagai organ, termasuk otak, jantung, dan sistem pencernaan. Adapun kalsium berperan dalam fungsi otot dan sistem saraf, termasuk yang berkaitan dengan jantung dan organ pencernaan.

Tidak mengherankan jika pola makan yang banyak memasukkan sayuran berdaun hijau, seperti pola makan Mediterania, kerap dikaitkan dengan kesehatan secara keseluruhan.

Kecambah Brokoli Tak Kalah Menarik

Pilihan berikutnya mungkin terdengar lebih tidak biasa, yakni kecambah brokoli atau broccoli sprouts.

Kecambah brokoli termasuk kelompok sayuran cruciferous dan menjadi perhatian karena mengandung prekursor sulforaphane dalam jumlah tinggi. Sulforaphane merupakan senyawa bioaktif yang berkaitan dengan sistem pertahanan antioksidan tubuh serta memiliki sifat antiinflamasi. 

Menurut ahli diet Johannah Katz, kecambah brokoli merupakan salah satu sumber alami paling kaya prekursor sulforaphane. Senyawa ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap mikrobioma usus dan proses detoksifikasi alami tubuh.

Sayuran cruciferous juga menyediakan serat dan glucosinolates yang dapat membantu mendukung keragaman mikroorganisme baik di dalam usus.

Brokoli biasa tetap memiliki manfaat kesehatan, tetapi kecambahnya memiliki konsentrasi prekursor sulforaphane yang lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X