Strategi Refuelling Saat Berlari Jarak Jauh: Mengapa Air Saja Tidak Cukup

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Pelari jarak jauh seperti half marathon atau full marathon, energi dan hidrasi adalah kunci performa. Banyak pelari pemula menganggap bahwa minum air putih yang cukup sudah bisa mencegah kelelahan. Faktanya, hanya mengandalkan air putih saat berlari jarak jauh berbahaya. (Made by Google Gemini/PejuangKantoran.com)
Pelari jarak jauh seperti half marathon atau full marathon, energi dan hidrasi adalah kunci performa. Banyak pelari pemula menganggap bahwa minum air putih yang cukup sudah bisa mencegah kelelahan. Faktanya, hanya mengandalkan air putih saat berlari jarak jauh berbahaya. (Made by Google Gemini/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Bagi seorang pelari, terutama pelari jarak jauh seperti half marathon atau full marathon, energi dan hidrasi adalah kunci performa. Banyak pelari pemula menganggap bahwa minum air putih yang cukup sudah bisa mencegah kelelahan. Faktanya, hanya mengandalkan air putih saat berlari intensitas tinggi justru bisa berbahaya bagi tubuh dan menurunkan performa secara drastis.

Baca Juga: Lari Sambil Dengar Musik Membuat Berlari Makin Personal: Benarkah Playlist Bisa Bikin Pace Lebih Konsisten?

Mari kita bedah strategi refuelling yang tepat dan alasan ilmiah mengapa Anda membutuhkan bantuan elektrolit serta power gel.

Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup?

Saat berlari, tubuh Anda kehilangan dua hal utama melalui keringat: cairan dan elektrolit (terutama natrium/garam). Selain itu, otot Anda terus membakar glikogen (cadangan karbohidrat) sebagai sumber energi utama.

Baca Juga: Lagi Hobi Lari atau Hyrox tapi Hasilnya Stagnan? Mungkin Masalahnya Ada pada Kualitas Tidur

Jika Anda hanya minum air putih saat membuang banyak keringat, dua masalah besar akan terjadi:

  1. Hiponatremia (Keracunan Air): Minum air putih terlalu banyak tanpa mengganti natrium yang hilang akan mengencerkan kadar garam dalam darah. Kondisi ini disebut hiponatremia, yang menyebabkan pusing, mual, kram parah, bahkan dalam kasus fatal bisa memicu koma.
  2. Kelelahan Total (Bonking): Air putih tidak mengandung kalori. Setelah berlari sekitar 60–90 menit, cadangan glikogen di otot akan habis. Tanpa asupan karbohidrat luar, tubuh akan kehabisan bahan bakar dan Anda akan merasa lemas seketika.

Peran Penting Elektrolit

Elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi otot.

  • Mencegah Kram Otot: Elektrolit membantu hantaran sinyal saraf ke otot berjalan lancar.
  • Mempercepat Penyerapan Air: Asupan natrium merangsang usus untuk menyerap air lebih cepat ke dalam aliran darah dibandingkan air putih biasa.
  • Menjaga Tekanan Darah: Elektrolit memastikan volume darah tetap stabil sehingga jantung tidak bekerja terlalu keras.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak

Peran Penting Energy Gel

Energy gel adalah sumber karbohidrat pekat yang dirancang khusus untuk olahraga daya tahan (endurance).

  • Energi Instan: Mengandung gula sederhana (seperti maltodextrin dan fruktosa) yang sangat mudah dicerna oleh tubuh tanpa membebani lambung.
  • Menghemat Glikogen Otot: Dengan mengonsumsi gel, tubuh langsung menggunakan gula tersebut sebagai bahan bakar, sehingga cadangan energi di otot tidak cepat habis.
  • Praktis: Kemasannya kecil, mudah dibawa di saku celana lari, dan bisa dikonsumsi sambil tetap berlari.

Panduan Strategi Refuelling Saat Berlari

Untuk menjaga performa tetap stabil, terapkan strategi refuelling berbasis waktu berikut ini:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X