PejuangKantoran.com - Selama puasa Ramadhan, umat muslim wajib berpuasa selama lebih dari 15 jam sehari. Bagi yang sehat, berpuasa tentu tidak jadi masalah. Tetapi bolehkah puasa jika punya tekanan darah rendah?
Hipotensi, atau yang dikenal sebagai tekanan darah rendah, banyak diderita orang saat berpuasa. Gejalanya termasuk pusing, sakit kepala, sesak napas, dan kelelahan. Jadi, bolehkah puasa jika punya tekanan darah rendah?
Baca Juga: Mau Ketemu Klien Sore Hari? Ini Cara Termudah Agar Tetap Segar dan Wangi Sepanjang Hari
Yang perlu kamu ketahui, jika kondisi tersebut dibiarkan, bisa menjadi cukup parah sampai menyebabkan kamu hilang kesadaran. Bahkan, mungkin kamu harus membatalkan puasa. Namun kamu boleh puasa jika punya tekanan darah rendah kalau mampu mengelolanya.
Ingat, pertama-tama, perubahan dalam rutinitas harian selama puasa Ramadhan, baik yang berkaitan dengan waktu makan ataupun pola tidur, mempengaruhi jam biologis manusia dan proses metabolisme.
Sebagai contoh, kalau kamu punya batas tekanan darah rendah atau gula darah rendah, kamu bisa saja tiba-tiba drop saat puasa. Akan lebih baik kalau kamu konsultasi dan check-up kesehatan sebelum mulai puasa Ramadhan.
Hal ini sangat penting kalau kamu punya kondisi kronis apapun, seperti diabetes atau migraine. Jangan lupa, Al Qur’an membebaskan umat Islam yang sedang sakit untuk tidak berpuasa.
Baca Juga: Siap-siap Puasa Pertama, Ini Tips Agar Tetap Bugar dan Sehat Saat Puasa
Namun, jika kamu bertekad untuk tetap puasa, ada tips untuk mencegah tekanan darah rendah selama puasa Ramadhan:
• Tidur sedikitnya 6 sampai 8 jam tiap malam, karena kurang tidur bisa memicu hipotensi.
• Jangan pernah melewatkan sahur, karena bakal makin membuat puasa terasa berat sepanjang hari, dan memicu turunnya tekanan darah.
• Minum air putih paling sedikit 2-3 liter antara waktu buka puasa dan sahur. Cara ini akan membuat tubuh kamu tidak kekurangan cairan selama puasa berjam-jam ke depan.
• Banyak makan buah dan sayuran yang kaya akan serat. Serat juga mengandung banyak air yang akan membantu mengisi kembali cairan tubuh, dan mencegah dehidrasi dan hipotensi.
• Minuman yang mengandung kafein bisa membantu mencegah tekanan darah turun. Namun, minum minuman berkafein secara berlebihan juga memicu efek diuretik sehingga kamu akan sering buang air kecil. Hal ini menimbulkan siklus berulang, karena kehilangan banyak cairan juga menyebabkan dehidrasi dan hipotensi.
Baca Juga: Rutin Minum Kopi Membuat Kita Bisa Berjalan 1.000 Langkah Lebih Banyak Tiap Hari
Artikel Terkait
Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Kapan Sih Waktu Paling Tepat Membacanya?
Selamat Tinggal, Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Netizen Rujak Akun Ganjar Pranowo dan Wayan Koster
Menyambut Hari Film Nasional, Ini 25 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Electronic Arts PHK Karyawan, 6 Persen Pegawai Diberhentikan
Gara-gara Song Hye Kyo The Glory, Pencil Staedtler Laris Manis di Korea Selatan