Benarkah Puasa Bisa Menstabilkan Gula Darah? Kok Bisa?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 8 April 2023 | 11:47 WIB
Air lemon juga bisa mengurangi kadar gula darah (Pinterest @Freepik)
Air lemon juga bisa mengurangi kadar gula darah (Pinterest @Freepik)

PejuangKantoran.com - Puasa disebut-sebut bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah menjaga kestabilan kadar gula darah. 

Namun yang diketahui salah satu cara menjaga kestabilan gula darah adalah dengan mengatur pola makan dalam waktu tertentu. Tapi bagaimana saat puasa?

Saat puasa, orang hanya bisa makan dan minum saat sahur dan berbuka. Lalu bagaimana cara puasa menjaga kestabilan gula darah?

Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Hermina Novida SpPD K-EMD FINASIM mengatakan bahwa dari aspek fisik, puasa menyimpan segudang manfaat, salah satunya adalah untuk menjaga stabilitas kadar gula darah dalam tubuh. 

Baca Juga: Ciptaker Jadi UU, Ini Reaksi LBH Jakarta

Dengan berpuasa, tubuh dengan sendirinya akan mengatasi resistensi insulin, yaitu kondisi menurunnya kemampuan insulin dalam merangsang penggunaan glukosa dalam tubuh. Hermina menjelaskan bahwa terdapat mekanisme khusus dalam tubuh yang membuat puasa mampu membantu meningkatkan stabilitas gula darah. 

Saat tubuh berpuasa sehari penuh, maka asupan kalori yang masuk dalam tubuh akan berkurang. Dengan demikian, kadar gula darah dalam tubuh turut mengalami penurunan.

“Ketika asupan kalori berkurang, maka tubuh akan membakar simpanan dalam bentuk lemak di hati sehingga menurunkan berat badan. Berat badan merupakan salah satu faktor yang berperan pada tingginya kadar gula darah,” paparnya.

Tidak hanya itu, puasa juga mampu meningkatkan kadar enzim Adenosine Monophosphate- Activated Protein Kinase (AMPK) dalam tubuh. Enzim ini merupakan salah satu regulator pusat keseimbangan homeostasis metabolik yang berperan dalam mengatur glukosa dan lipid  dalam tubuh.

Baca Juga: Ngaku Penakut, Mutiara Sofya Malah Jadi Hantu di Film Horor Teman Tidur

Enzim Adenosine Monophosphate-Activated Protein Kinase (AMPK) ini yang akan memperbaiki sensitivitas atau kerja insulin. 

Meski demikian, asupan nutrisi dalam tubuh harus tetap diperhatikan. Jam makan serta jenis makanan yang dikonsumsi juga harus tepat sehingga stabilitas gula darah dalam tubuh tetap terjaga. Dalam hal ini, dr Hermina menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan porsi berlebihan, khususnya saat berbuka. 

Porsi makan berlebih, ungkapnya, dapat menjadi faktor yang memengaruhi tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Lebih lanjut, dr Hermina mengimbau untuk tidak melewatkan sahur sehingga tubuh memiliki cadangan energi saat berpuasa. Adapun terkait pilihan makanan, kata dia, lebih baik memilih makanan yang banyak mengandung serat dan memiliki indeks glikemik rendah seperti kacang-kacangan, buah kering, sereal kaya serat, pasta, dan roti.

“Jangan melewatkan makan sahur agar cadangan energi selama berpuasa mencukupi dan tidak terjadi kadar gula darah yang menurun secara drastis, atau dengan kata lain tetap stabil dan terjaga,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X