Covid-19 Tak Lagi Jadi Darurat Kesehatan Global, Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Mei 2023 | 21:00 WIB
Ilustrasi virus corona alias wabah Covid-19 yang tak bisa hilang. (pixabay.com/geralt)
Ilustrasi virus corona alias wabah Covid-19 yang tak bisa hilang. (pixabay.com/geralt)

PejuangKantoran.com - Beberapa waktu lalu, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Badan Kesehatan PBB, mengatakan bahwa Covid-19 sudah berakhir sebagai darurat kesehatan global.

Banyak yang menyangka arti dari pernyataan tersebut adalah pandemi Covid-19 sudah berakhir. Padahal, maksud sebenarnya tidak seperti itu.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Adaninggar, Sp.Pd, yang lebih akrab dipanggil dengan Dokter Ningz, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 tetap ada. Hanya saja, statusnya saat ini sudah tidak menjadi kedaruratan.

Baca Juga: CEO IBM: Kebanyakan WFH Tak Akan Bikin Karier Maju

“Jadi sama seperti HIV. HIV sampai sekarang masih pandemi, tetapi sudah tidak ada status kedaruratan,” ujarnya.

Artinya, penyakit Covid-19 ini akan terus ada bersama kita selamanya. Sampai kapan pun, penyakit ini akan akan tetap bisa menyebabkan orang sakit, bahkan hingga meninggal, jika tidak menjaga kesehatannya.

“Bedanya Covid ini sekarang tidak sampai menyebabkan suatu negara itu chaos, misalnya sampai rumah sakit penuh, obat-obatan habis. Jadi sudah tidak akan ada lagi intervensi khusus dari pemerintah, semuanya dikembalikan ke diri kita masing-masing,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Terkuak, Alasan Enzy Storia Minta Pemain Lain Menjauhi Onadio Leonardo Saat Syuting Hello Ghost

Harus Tetap Prokes

Menanggapi pernyataan dari WHO, Kementerian Kesehatan menyebut bahwa sebelum keputusan tersebut, Indonesia sebenarnya sudah bersiap melakukan transisi dari pandemi ke endemi.

Jadi, apa yang harus kita lakukan saat ini untuk menghadapi Covid-19?

Dokter Ningz bilang, yang pertama harus diperbaiki adalah mindset. Kita harus berpikir bahwa Covid-19  ini tidak hilang, tetapi tetap ada selamanya di seluruh dunia. Jadi, jangan bersikap seperti dulu saat penyakit ini belum ada.

Lalu, kita harus mengikuti informasi update kapan kasus ini mengalami peningkatan. Karena masih ada, maka dipastikan akan ada peningkatan atau gelombang-gelombang kecil kasus.

Baca Juga: LinkedIn Pangkas Lebih dari 700 Karyawan dan Tutup Aplikasi di China

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X