LinkedIn Pangkas Lebih dari 700 Karyawan dan Tutup Aplikasi di China

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Mei 2023 | 17:26 WIB
Jaringan media sosial untuk mencari pekerjaan, LinkedIn, mem-PHK 700 karyawan. (Pixabay )
Jaringan media sosial untuk mencari pekerjaan, LinkedIn, mem-PHK 700 karyawan. (Pixabay )

PejuangKantoran.comLinkedIn mem-PHK 700 karyawan, adalah berita yang sangat ironis. Sebab, jaringan media sosial yang dimiliki oleh Microsoft Corp (MSFT.O) ini sering digunakan untuk mencari pekerja dan pekerjaan.

Kini, LinkedIn memutuskan untuk memangkas 716 karyawannya. Alasan diambilnya keputusan tersebut adalah karena permintaan yang mulai goyah. Selain itu, LinkedIn juga memutuskan untuk menutup aplikasi pekerjaan tersebut di China.

Memiliki 20.000 karyawan, LinkedIn sebenarnya telah meningkatkan pendapatan setiap kuartal selama tahun lalu.

Baca Juga: 9 Cara Terbaik Agar Tugas yang Didelegasikan Berjalan dengan Baik

Mereka menghasilkan uang melalui penjualan iklan dan juga lewat biaya langganan untuk merekrut para profesional yang menggunakan jaringan untuk menemukan pekerja atau pekerjaan.

Ternyata, hal itu tidak membuat LinkedIn menjadi seperti perusahaan teknologi besar lainnya yang merumahkan pekerja di tengah prospek ekonomi global yang melemah.

Menurut Layoffs.fyi, dalam enam bulan terakhir, lebih dari 270.000 pekerjaan teknologi secara global telah dihentikan.

Merampingkan operasional perusahaan

Dalam surat yang diberikan kepada karyawan, CEO LinkedIn Ryan Roslansky mengatakan, langkah memotong pekerjaan dalam tim sales, operation, dan support ini, untuk merampingkan operasional perusahaan.

Selain itu, dengan berkurangnya jumlah orang di dalam satu tim, diharapkan para karyawan akan membuat keputusan yang lebih cepat saat bekerja.

"Dengan pasar dan permintaan pelanggan yang lebih berfluktuasi, dan untuk melayani pasar yang sedang tumbuh dan berkembang secara lebih efektif, kami memperluas penggunaan vendor," tulis Roslansky.

Vendor yang dimaksud, menurut seorang juru bicara LinkedIn, adalah "mitra eksternal" yang akan mengerjakan pekerjaan baru dan yang sudah ada.

Baca Juga: Volvo PHK 1.300 Karyawan Demi Efisiensi Sumber Daya dan Optimalisasi Biaya

Roslansky juga mengatakan dalam suratnya, dengan pemangkasan ini maka perusahaan akan menciptakan 250 pekerjaan baru. Jadi, karyawan yang terkena dampak pemotongan bisa melamar pekerjaan tersebut, jika memenuhi syarat.

Hapus aplikasi pekerjaan di China
Selain memangkas jumlah karyawan, LinkedIn juga akan menghapus aplikasi pekerjaan yang ditawarkannya di China, InCareers. Aplikasi itu akan dihapus pada 9 Agustus 2023 mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X