Prof. Dr. Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Buka Praktik, Jadi Google Doodle Hari Ini

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Mei 2023 | 10:41 WIB
Prof. Dr. Sulianti Saroso google doodle (google.com)
Prof. Dr. Sulianti Saroso google doodle (google.com)

PejuangKantoran.com - Selama pandemi Covid-19 kemarin, nama Sulianti Saroso mungkin sudah tidak asing lagi. Ini adalah rumah sakit rujukan nasional untuk menangani pasien penderita Covid-19. Namun, siapakah sebenarnya Prof. Dr. Sulianti Saroso di Google doodle hari ini?

Nama Prof. Dr. Sulianti Saroso di google doodle dijadikan nama untuk Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI), maka sudah bisa dipastikan bahwa sepak terjang dokter perempuan ini tidak jauh-jauh dari masalah penyakit infeksi.

Profesor Dokter Sulianti Saroso, MPH, PhD, merupakan nama penting untuk urusan pencegahan dan pengendalian penyakit menular dalam dunia kesehatan Indonesia. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan, dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) pada 1967.

Di tahun yang sama, dokter kelahiran 10 Mei 1917 ini juga merangkap sebagai Direktur Lembaga Riset Kesehatan Nasional (LRKN). Saat itulah ia mulai memberikan perhatian besar pada Klinik Karantina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Baca Juga: Jenis Soal Tes Kemampuan Dasar dan Core Values untuk Seleksi Rekrutmen Bersama BUMN 2023

Klinik itu telah dikembangkannya menjadi rumah sakit penyakit menular sekaligus untuk keperluan riset penyakit menular. Bisa ditebak, klinik ini menjadi cikal bakal berdirinya RSPI Sulianti Saroso.

Prof. Dr. Sulianti Saroso yang menjadi Google doodle hari ini memiliki ide untuk mengembangkan RS Karantina Tanjung Priok menjadi RS Pusat Infeksi dengan teknologi terbaru, alat-alat yang mutakhir, dan sumber daya manusia yang terbaik.

Tujuannya, agar rumah sakit tersebut bisa menjadi tempat rujukan sekaligus lembaga pendidikan serta pelatihan.

Sayangnya, menjelang RSPI itu dibangun, Dr. Sulianti wafat pada 29 April 1991. Untuk menghargai perjuanganya, namanya kemudian dipilih untuk menjadi nama rumah sakit yang diresmikan pada 1995 itu.

Pejuang Program KB di Indonesia

Selain terkenal sebagai dokter yang peduli dengan penyakit infeksi dan menular, Prof. Dr. Sulianti Saroso yang menjadi Google doodle ini juga merupakan seorang pejuang Keluarga Berencana (KB).

Baca Juga: Mau Kerja di Luar? Kemenlu Buka Lowongan Pegawai Non-PNS untuk Perwakilan RI di Luar Negeri!

Pascarevolusi kemerdekaan, pemilik gelar Doctor of Public Health (Epidemiologi) ini menyampaikan gagasannya tentang pendidikan seks, alat kontrasepsi, dan pengendalian kehamilan dan kelahiran.

Menurutnya, hubungan antara kemiskinan, malnutrisi, serta buruknya kesehatan ibu dan anak dengan kelahiran yang tak terkontrol, merupakan fakta yang ada di masyarakat. Ia mendesak pemerintah untuk memperbaikinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: BERBAGAI SUMBER

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X