PejuangKantoran.com - Menjaga alam termasuk lautan, merupakan tanggung jawab bersama.
Sepanjang sejarah manusia, laut menawarkan manfaat yang tak terbatas untuk keseimbangan alam, bahkan menopang perekonomian. Mencakup 70 persen permukaan bumi, lautan mengangkut panas dari khatulistiwa ke kutub, juga berperan mengatur pola iklim dan cuaca. Berbagai bahan obat-obatan, termasuk obat anti kanker, alzheimer, dan penyakit jantung–bahkan bersumber dari laut.
Perubahan iklim, limbah industri, dan limbah rumah tangga mengubah banyak hal dari laut. Menurut National Ocean Services, 80 persen polusi di laut berasal dari darat, salah satunya dalam bentuk plastik.
Dalam video dokumenternya, ENDEVR memaparkan bagaimana plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari laut. Namun yang menjadi paradoks, kita hanya dapat menemukan sebagian kecil plastik di laut padahal keberadaannya ada di mana-mana. Penelusuran ENDEVR berhasil menangkap berbagai fenomena yang terjadi akibat cemaran sampah plastik.
Baca Juga: Cara Memilih Sun Protection yang Tepat untuk Kulit saat Cuaca Panas Terik
Perjalanan Sampah di Lautan dan Kembali ke Meja Makan Kita
Jenna Jambeck, seorang insinyur di bidang pengolahan limbah yang telah melakukan studi selama 3,5 tahun, memperkirakan terdapat 8 juta metrik ton plastik di tahun 2010 masuk ke dalam lautan. Dari 275 juta ton limbah plastik, 32 juta ton di antaranya berakhir di lautan.
Jenna mengatakan, permasalahan sampah hanya dapat ditanggulangi di daratan karena setelah berada di perairan luas, hampir tidak mungkin untuk kita dapat mengambilnya kembali.
Perjalanan melacak keberadaan sampah telah dilakukan oleh periset Francois Galgani, Editor-in-chief of The Scientific Journal Marine Pollution Bulletin (Elsevier). Ia menemukan sisa-sisa botol plastik dari tahun 1960 di kedalaman laut 1000 meter, 20 km dari pantai mediterania Prancis. Berdasarkan studiterkini dari Kara Lavender, Research Professor of Oceanography, jumlah puing plastik di laut dapat mencapai 50.000 miliar yang tersebar dari kutub ke antartika melalui daerah tropis. Dua jenis plastik yang paling umum berada di lautan adalah Polyethylene, material kantong plastik serta Polypropylene, bahan pembuat tutup botol, sedotan, dan pembungkus makanan.
Baca Juga: Penggemar Ungkap Kekecewaan Saat Messi Batal Datang, Ada yang Rela Naik Kapal dari Banda Neira
Sebagian besar potongan-potongan plastik ini berukuran kurang dari lima milimeter–yang kita kenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik menjadi kekhawatiran besar bagi para peneliti karena ukurannya sangat kecil sehingga memiliki kemampuan tak terbatas untuk masuk dalam lingkungan.
Inilah yang membuat mikroplastik dengan mudahnya memasuki rantai makanan. Pada 2015, ilmuwan mengidentifikasi 560 spesies biota menelan mikroplastik dan angka ini meningkat sebanyak 2 kali lipat dalam 20 tahun.
Chelsea Rochman dari Davis University meneliti bagaimana perilaku plastik ketika berada di air laut. Plastik bersifat seperti magnet yang dapat menarik bahan-bahan kimia lain yang terkandung pada air laut. Hal ini disebabkan plastik sendiri merupakan campuran dari berbagai bahan kimia dari proses manufaktur. Beberapa jenis plastik bahkan lebih berbahaya ketika memasuki perairan.
Menurut temuannya, 25% ikan yang dibeli dari pasar ikan di California dan Indonesia mengandung mikroplastik.
Artikel Terkait
Ubud Food Fest, Festival Kuliner dan Pecinta Makanan Bakal Digelar Lagi
Hadiri Premier Sosok Ketiga, Inara Rusli Cerita Kesibukan Jadi Brand Ambassador dan Endorsement
Selalu Gugup Saat Presentasi di Kantor? Coba Lakukan Ini untuk Menguranginya
Al Pacino Jadi Ayah di Usia 83 Tahun, Pacar Mudanya Melahirkan Bayi Laki-laki
Ancaman Google untuk Menindak Karyawan yang Menolak Bekerja di Kantor Lagi Malah Dilawan Balik
Serius nih, Tiket Konser Rp100 Juta Sold Out, Aldi Taher: “Persiapannya Minta Doa Dewi Perssik”
6 Penyebab Memar Muncul Tiba-tiba di Permukaan Kulit, Kamu Pernah Mengalaminya?
3 Kunci Penting Sukses Networking secara Online buat Alumni Beasiswa Chevening
Puasa Sehari Seperti Setahun, Ini Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Akhirnya, The Corrs Bakal Manggung di Jakarta. Ini Harga Tiketnya!