"Kami memproduksi kemasan untuk santan dan air kelapa," kata Lisawati.
Baca Juga: Cara Menjadi Lebih Percaya Diri di Kantor, Pertama: Terima Ketidaksempurnaan Diri Kita
Teknologi
Lisawati lalu memaparkan bahwa pihaknya menggunakan dua teknologi untuk mengemas produk santan dan air kelapa yakni UHT (ultra high temperature) dan kemasan aseptik.
Pada proses UHT, santan dimasak dengan suhu tinggi hanya dalam hitungan detik.
"Proses UHT ini membuat kandungan mineral dan vitamin pada santan tetap terjaga," terang Lisawati.
Proses berikutnya adalah pengemasan aseptik.
Kata Lisawati, Tetra Pak menggunakan enam lapisan pada produk kemasan aseptiknya.
Lapisan-lapisan itu terdiri dari plastik polyethilene, paper board, dan aluminium foil.
Baca Juga: Tertarik Beli Motor Listrik Bersubsidi? Ini Daftar Harga Motor Listrik yang Disubsidi Pemerintah
Sebanyak 74 persen paper board pada kemasan aseptik Tetra Pak, imbuh Lisawati, bisa diperbarui sebagai bentuk nyata industri berkelanjutan ramah lingkungan.
Santan dan air kelapa pada kemasan aseptik tetap higienis karena terbebas dari mikroba perusak.
Kemasan aseptik membebaskan santan dan air kelapa dari pengaruh udara dan sinar matahari.
"Pengemasan dengan teknologi UHT dan aseptik membuat proses penyimpanan santan dan air kelapa menjadi lebih panjang waktunya," pungkas Lisawati Suhanda. (Josephus Primus)