bugar

Santan dan Air Kelapa Kini Bernasib Sama

Sabtu, 2 September 2023 | 14:00 WIB
Manajer Food Protection Support Tetra Pak Indonesia, Lisawati Suhanda menjelaskan manfaat kemasan UHT dan aseptik untuk santan dan air kelapa pada edukasi manfaat air kelapa di kawasan Gubeng, Kota Surabaya, Jumat (1/9/2023). ( Foto caption Josephus Primus)

"Kami memproduksi kemasan untuk santan dan air kelapa," kata Lisawati.

Baca Juga: Cara Menjadi Lebih Percaya Diri di Kantor, Pertama: Terima Ketidaksempurnaan Diri Kita

Teknologi

Lisawati lalu memaparkan bahwa pihaknya menggunakan dua teknologi untuk mengemas produk santan dan air kelapa yakni UHT (ultra high temperature) dan kemasan aseptik.

Pada proses UHT, santan dimasak dengan suhu tinggi hanya dalam hitungan detik.

"Proses UHT ini membuat kandungan mineral dan vitamin pada santan tetap terjaga," terang Lisawati.

Produk santan yang menggunakan kemasan UHT dan aseptik diperkenalkan dalam sebuah diskusi di kawasan Gubeng, Kota Surabaya, Jumat (1/9/2023). Diskusi berkaitan dengan peringatan Hari Kelapa Internasional setiap 2 September. (Foto caption Josephus Primus)

Proses berikutnya adalah pengemasan aseptik.

Kata Lisawati, Tetra Pak menggunakan enam lapisan pada produk kemasan aseptiknya.

Lapisan-lapisan itu terdiri dari plastik polyethilene, paper board, dan aluminium foil.

Baca Juga: Tertarik Beli Motor Listrik Bersubsidi? Ini Daftar Harga Motor Listrik yang Disubsidi Pemerintah

Sebanyak 74 persen paper board pada kemasan aseptik Tetra Pak, imbuh Lisawati, bisa diperbarui sebagai bentuk nyata industri berkelanjutan ramah lingkungan.

Santan dan air kelapa pada kemasan aseptik tetap higienis karena terbebas dari mikroba perusak.

Kemasan aseptik membebaskan santan dan air kelapa dari pengaruh udara dan sinar matahari.

"Pengemasan dengan teknologi UHT dan aseptik membuat proses penyimpanan santan dan air kelapa menjadi lebih panjang waktunya," pungkas Lisawati Suhanda. (Josephus Primus)

Halaman:

Tags

Terkini