"Kami, EHL Bio berharap bisa menemukan pengobatan maupun terapi pasien gagal ginjal dari sel punca atau stem cell dari urine atau air kencing atau air seni," kata Lee Hong Ki.
Sampai dengan 2023, kata CEO EHL Bio Lee Hong Ki, sudah ada 500 pasien gagal ginjal di Korea memanfaatkan pengobatan atau terapi stem cell atau sel punca dari air seni atau air kencing atau urine EHL Bio.
Di Korea, kata CEO EHL Bio Lee Hong Ki, satu dari lima orang usia 50 tahun adalah penderita penyakit ginjal atau pasien gagal ginjal.
Menurut rencana, kata CEO EHL Bio Lee Hong Ki, EHL Bio akan melakukan alih teknologi sel punca atau stem cell dari air seni atau urine atau air kencing manusia ke Indonesia melalui bentuk kemitraan.
Wujud alih teknologi oleh EHY Bio adalah pembangunan Good Manufacturing Practices atau GMP dan Research and Development atau R&D di Indonesia.
Jika kerja sama itu terealisasi, pertanyaan kapan waktunya ucapkan sayonara pada cuci darah atau hemodialisis atau HD bisa terjawab.