Baca Juga: Duh, Ternyata Botol Minum yang Kamu Pakai Punya Bakteri yang Lebih Banyak dari Dudukan Toilet!
Para peneliti dalam studi baru ini menggunakan catatan medis untuk menentukan bahwa, sekitar enam tahun setelah orang berpartisipasi dalam percobaan selama seminggu, 414 orang di antaranya menderita demensia.
Setelah mengumpulkan dan menganalisis data akselerometer, mereka menemukan bahwa risiko peserta terkena demensia meningkat jika seseorang menghabiskan sekitar 10 jam sehari untuk duduk diam. Namun duduk terlalu lama yang dimaksud adalah duduk atau berbaring dan mengeluarkan sedikit energi dalam satu hari.
Ketika duduk terlalu lama, risiko demensia pun meningkat. Orang yang banyak duduk selama 15 jam memiliki risiko tiga kali lipat terkena demensia dibandingkan rekan mereka yang tidak banyak duduk.
“Meski belum sepenuhnya dipahami, berkurangnya aktivitas fisik menyebabkan berbagai efek negatif, termasuk penambahan berat badan, peningkatan peradangan, dan berkurangnya aliran darah ke otak,” katanya.
“Jika digabungkan, faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko demensia seseorang, kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan langsung dan tidak langsung pada sel-sel otak.” kata Keiland Cooper seorang peneliti doktoral dalam ilmu kognitif dan ilmu saraf di Universitas California, Irvine, yang tak terlibat dalam penelitian.