PejuangKantoran.com - Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Jamu sudah sah ditetapkan jadi warisan budaya takbenda (WBTB) oleh UNESCO.
Penetapan jamu sebagai warisan budaya takbenda ini dilakukan dalam sidang Komite Konvensi Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO pada Rabu (6/2) di Kasane, Botswana.
Yang ditetapkan dalam sidang ini bukanlah jamu sebagai minuman melainkan soal budaya jamu di Indonesia.
Mengutip laman kemlu, budaya sehat jamu meliputi ketrampilan tradisional dan nilai-nilai budaya yang terkait dengan obat-obatan alami tradisional yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah serta metode pengobatan tradisional yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dengan meningkatkan kekebalan tubuh.
Baca Juga: Trik Menyombongkan Diri saat Wawancara Kerja Tanpa Membuat Orang Lain Kesal Mendengarnya
Budaya Jamu dipercaya telah hidup sejak abad ke-8 Masehi, terbukti dari relief di Candi Borobudur dan manuskrip kuno seperti Kakawin Ramayana dan Serat Centini.
Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Ismunandar menambahkan bahwa proses penetapan Budaya Sehat Jamu sebagai WBTB UNESCO merupakan upaya bersama yang didorong dari komunitas lokal yang difasilitasi oleh Pemerintah.
Keterlibatan masyarakat inilah yang dinilai sangat positif oleh UNESCO, bahkan disebut dapat menjadi contoh bagi negara lain.
Baca Juga: 8 Kriteria yang Dimiliki Tim yang Solid, Punya Rasa Memiliki dan Berani Mengambil Risiko
UNESCO juga mengakui bahwa Budaya Sehat Jamu mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, antara lain Tujuan nomor 3.
Kesehatan dan Kesejahteraan, nomor 5. Kesetaraan Gender, no 12 Produksi dan Konsumsi yang Bertanggungjawab, dan no 16. Kehidupan di Darat.
Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana, Kerajaan Eswatinidan Kerajaan Lesotho, Saud Purwanto Krisnawan menyampaikan bahwapenetapan Budaya Sehat Jamu sebagai WBTB adalah hal yang positif dalam rangka terus mempromosikan budaya Indonesia.
Dalam sambutan videonya, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus melestarikan Jamu melalui pendidikan dan pelatihan secara formal dan non formal, juga melalui penelitian, pengembangan, dan inovasi jamu.